CIREBONINSIDER.COM— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki babak baru yang lebih taktis. Tak lagi sekadar kebijakan top-down dari pusat, program ini mulai membidik Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai garda terdepan.
Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi “menantang” BPD di seluruh Indonesia untuk menjadi jangkar penggerak ekonomi desa melalui program strategis ini.
Visi besar tersebut mencuat dalam peringatan Dies Natalis BPD ke-27 yang digelar Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) di Jakarta, Kamis (7/5).
Baca Juga:Sinyal Kuat BGN: MBG Bisa Gerakkan Ekonomi Ciayumajakuning, Syaratnya Kampus Harus Turun TanganHeboh Anggaran IT Rp1,2 Triliun, Kepala BGN Bongkar Anatomi Proyek SIPGN dan Peran Peruri
BPD kini punya mandat khusus: memastikan piring makan anak-anak desa terisi oleh keringat petani lokal, bukan produk industri luar daerah yang hanya “numpang lewat”.
​Menjadikan Desa Sebagai Dapur Nasional
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, menegaskan bahwa desa adalah jantung keberhasilan Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, BPD memiliki posisi tawar tinggi untuk memastikan Program MBG tidak sekadar lewat sebagai bantuan sosial, tapi menetap menjadi penggerak roda ekonomi.
“BPD harus memastikan program ini memberdayakan ekonomi lokal. Ini adalah gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan sosial dan pembangunan desa yang berkelanjutan,” tegas Yandri di hadapan ribuan perwakilan BPD se-Indonesia.
Senada dengan hal itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran BGN, Nurjaeni, Ph.D., memaparkan bahwa MBG adalah instrumen investasi jangka panjang bagi Sumber Daya Manusia (SDM) sekaligus alat memutus ketergantungan pada distributor besar (tengkulak).
5 Mandat Strategis BPD: Dari Pengawas Hingga Pencetak ‘Cuan’
Nurjaeni merinci lima prioritas utama yang harus dikawal ketat oleh BPD agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga desa:
– ​Pengawasan Ketat SPPG: BPD wajib memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja secara akuntabel, higienis, dan tepat sasaran.
Baca Juga:Mahasiswa Polbangtan Pegang Kendali Pasokan SPPG, Strategi Dadan Hindayana Libas Dominasi Tengkulak GiziAudit Total Makan Bergizi Gratis: BGN 'Rem Darurat' Operasional SPPG Bermasalah!
– ​Kedaulatan Pangan Lokal: Mendorong petani, peternak, dan nelayan desa melalui Koperasi Desa Merah Putih untuk menjadi pemasok utama bahan baku pangan.
– ​Ekonomi Sirkular (Zero Waste): Sisa pangan dari SPPG tidak boleh jadi sampah, melainkan diolah menjadi kompos atau pakan ternak demi kelestarian lingkungan.
– ​Kemandirian Energi: Mendukung penggunaan biogas dan panel surya untuk operasional dapur SPPG agar lebih efisien.
