KPU dan Bawaslu Cirebon Gelar Pemilihan OSIS Serentak SMP-SMA, Inovasi Pendidikan Politik 2026

Bawaslu-KPU-Kabupaten-Cirebon
Rapat koordinasi KPU dan Bawaslu Kabupaten Cirebon membahas program Pemilihan OSIS Serentak 2026 sebagai sarana edukasi demokrasi bagi pemilih pemula. Foto: Isttimewa

CIREBONINSIDER.COM — Kabupaten Cirebon tengah bersiap mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan politik remaja. Tak tanggung-tanggung, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat bersinergi meluncurkan program Pemilihan OSIS (Pilketos) Serentak yang diproyeksikan menjadi percontohan di Jawa Barat.

Langkah progresif ini dirancang bukan sekadar rutinitas sekolah tahunan, melainkan sebuah “Laboratorium Demokrasi” yang masif.

Melalui simulasi nyata ini, para pemilih pemula diajak menyelami ekosistem politik yang sehat, jujur, dan berintegritas jauh sebelum mereka menginjakkan kaki di bilik suara Pemilu sesungguhnya.

Baca Juga:Sinergi Bawaslu dengan Kemenag Kota Cirebon Perkuat Pendidikan Demokrasi Pelajar dan SantriBawaslu Kota Cirebon Siap Awasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Siklus Profesional: Mengadopsi Standar Pemilu Nasional

Ketua KPU Kabupaten Cirebon menegaskan bahwa Pilketos Serentak ini akan mengadopsi standar operasional prosedur layaknya pesta demokrasi nasional.

Selama delapan minggu, para siswa akan melewati fase-fase krusial yang menantang kedewasaan berpolitik mereka.

“Tiga minggu pertama adalah fase krusial; kami fokus pada sosialisasi, penyusunan modul edukatif, hingga bimbingan teknis bagi panitia siswa. Ini adalah upaya kami mentransfer pengetahuan kepemiluan agar hasilnya tidak sekadar simbolis, tapi substantif,” jelasnya di Cirebon, Rabu (6/5/2026).

Tahapan akan berlanjut pada pendaftaran kandidat, verifikasi faktual, masa kampanye yang mengadu gagasan, hingga hari pemungutan suara yang dilakukan secara serentak di satuan pendidikan masing-masing.

Sinergi Lintas Instansi: Menjangkau Madrasah hingga Sekolah Menengah

Kehebatan program ini terletak pada kolaborasi “Tiga Pilar”: Dinas Pendidikan, KPU, dan Bawaslu. Namun, visi besar ini dipastikan akan meluas. Forum koordinasi menyepakati perlunya merangkul Kementerian Agama untuk tingkat MTs/MA serta Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan untuk level SMA/SMK.

​Upaya ini diharapkan mampu menciptakan efek domino positif di seluruh penjuru wilayah Ciayumajakuning.

Bawaslu sendiri memegang peranan vital dalam memastikan aspek pencegahan dan pengawasan tetap terjaga, guna memutus mata rantai budaya politik uang sejak dini.

Baca Juga:Evaluasi Pengawasan Pemilihan 2024 di Kabupaten Cirebon, Bawaslu Sebut Aman, Ini IndikatornyaIndramayu Tancap Gas! 139 Kotak Suara Disegel, Pilwu Digital 2025 Siap Ubah Sejarah Demokrasi Desa

​”Kami ingin merubah paradigma. Partisipasi bukan hanya soal datang ke TPS, tapi bagaimana pemilih pemula ini cerdas dalam membedakan visi-misi kandidat dan berani mengawasi jalannya proses demokrasi,” tegas Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Cirebon.

Investasi Jangka Panjang untuk Demokrasi Indonesia

0 Komentar