Daya Beli Rakyat Jadi 'Tameng', Ekonomi Jawa Barat Tetap Tangguh Meski Dunia Memanas

Pertumbuhan-ekonomi-jawa-barat
Infografis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan I-2026 sebesar 5,79 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Foto: ilustrasi/AI

CIREBONINSIDER.COM – Di tengah bayang-bayang ketegangan geopolitik antara Iran melawan poros Amerika-Israel yang mengguncang stabilitas energi dunia, ekonomi Jawa Barat justru menunjukkan performa yang mencengangkan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat melaporkan pertumbuhan ekonomi Bumi Pasundan pada Triwulan I-2026 melejit hingga 5,79 persen (y-on-y).

​Angka ini bukan sekadar statistik di atas kertas. Capaian solid ini berhasil melampaui rata-rata pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,61 persen.

Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSelat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026

Hal ini sekaligus menjadi sinyal kuat ketahanan daya beli masyarakat lokal di tengah ketidakpastian global yang kian memanas.

​Konsumsi Rumah Tangga: ‘Bumper’ di Tengah Krisis

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa motor utama penggerak ekonomi Jabar saat ini adalah kekuatan domestik. Konsumsi rumah tangga menyumbang andil paling krusial terhadap pertumbuhan, yakni mencapai 3,27 persen.

​“Besarnya jumlah penduduk Jawa Barat adalah kekuatan nyata. Konsumsi rumah tangga menjadi fondasi utama yang menjaga kita tetap tegak di tengah situasi global yang tidak menentu,” ujar Margaretha dalam rilis resmi di Bandung, Selasa (5/5/2026).

​Faktor kunci lainnya adalah kebijakan strategis pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi meski harga minyak dunia bergejolak.

Langkah ini terbukti efektif menjaga psikologi pasar dan memastikan masyarakat tetap memiliki ruang belanja, yang pada akhirnya menghidupkan sektor perdagangan dan jasa secara luas.

​Sektor Industri dan Transportasi Melaju Kencang

​Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Jabar dipicu oleh geliat lima sektor utama yang menunjukkan tren positif:

– ​Industri Pengolahan: Menyumbang andil 1,65% (Tetap menjadi tulang punggung utama).- ​Transportasi & Logistik: 0,81%.- ​Informasi & Komunikasi: 0,58%.- ​Akomodasi & Kuliner: 0,51%.- ​Perdagangan: 0,45%.

Baca Juga:Revisi UU P2SK, Purbaya Sebut BI Tak Hanya Fokus Stabilisasi tapi Wajib Dorong Pertumbuhan Ekonomi NasionalSinyal Kuat BGN: MBG Bisa Gerakkan Ekonomi Ciayumajakuning, Syaratnya Kampus Harus Turun Tangan

​Loncatan signifikan pada sektor transportasi dan informasi mencerminkan mobilitas warga Jabar yang semakin produktif serta adaptasi ekonomi digital yang kian matang di masyarakat.

​Pasar Kerja Membaik: Pengangguran Turun

​Linear dengan pertumbuhan ekonomi, kondisi ketenagakerjaan di Jawa Barat juga menunjukkan tren menggembirakan.

Per Februari 2026, tercatat sebanyak 25,10 juta penduduk Jabar kini telah bekerja, naik 110 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

0 Komentar