Daya Beli Rakyat Jadi 'Tameng', Ekonomi Jawa Barat Tetap Tangguh Meski Dunia Memanas

Pertumbuhan-ekonomi-jawa-barat
Infografis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan I-2026 sebesar 5,79 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Foto: ilustrasi/AI

​Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga berhasil ditekan ke angka 6,64 persen, turun dari 6,74 persen pada 2025. Sektor perdagangan eceran dan industri manufaktur tetap menjadi tumpuan hidup utama bagi jutaan keluarga di Jawa Barat.

​Namun, Margaretha memberikan catatan khusus bagi sektor hijau. “Pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap memiliki potensi strategis. Sektor ini bukan hanya soal angka ekonomi, tapi tentang kedaulatan pangan dan penyerapan tenaga kerja di wilayah pedesaan,” tegasnya.

​Apa Dampaknya bagi Warga?

​Keberhasilan Jabar tumbuh di atas rata-rata nasional membuktikan bahwa ekosistem ekonomi lokal memiliki kemandirian yang cukup baik.

Baca Juga:Sinergi Lawan Inflasi: 35 Ribu Warga Kota Cirebon Terima Rapel Bantuan Pangan, Stok Aman hingga Akhir MaretSelat Hormuz Diblokade, Pengamat UI Ungkap 'Benteng' Inflasi Pangan Ramadan 2026

Bagi masyarakat, kondisi ini berarti stabilitas pasokan barang dan peluang kerja yang relatif terjaga.

​Meski demikian, tantangan inflasi akibat gangguan rantai pasok global tetap harus diwaspadai agar tren positif ini tidak terhenti di tengah jalan. Sinergi antara kebijakan pusat dan ketahanan lokal akan menjadi kunci menghadapi sisa tahun 2026. (*)

0 Komentar