Tahun 2026 ini, tiga desa pilihan akan dibina lebih komprehensif, mencakup isu sanitasi, penanganan stunting, hingga integrasi sektor pariwisata.
Salah satu terobosan yang diusung adalah konsep “Dewi Cantik”—akronim dari Desa Wisata yang berbasis data statistik akurat.
“Jika data dan potensi wisatanya sinkron, pengembangannya tidak akan spekulatif. Dampak ekonominya akan nyata bagi masyarakat setempat,” tambahnya.
Baca Juga:Lawan Data 'Asal Bapak Senang', 9 Desa di Cirebon Raih Predikat Desa Cantik Terbaik 2025Kelurahan Kesepuan dan Sunyaragi Cirebon Terpilih sebagai Percontohan Desa Cantik
Dengan sistem data yang kuat, BPS meyakini proses sensus di masa depan akan jauh lebih efisien. Pemerintah daerah pun dapat mengambil keputusan strategis secara instan, akurat, dan transparan, menjadikan Cirebon sebagai pionir pembangunan berbasis data di Jawa Barat.(*)
