“Kami menyiapkan seluruh sarana pendukung mulai dari modul, seragam, hingga instruktur berkualitas. Goal utamanya adalah membentuk mental dan kemampuan yang matang agar lulus di BBPVP Bekasi,” jelas Rawin.
Dorong Loloskan Tempat Seleksi Mandiri di Daerah
Selama ini, proses seleksi terpusat sering kali memakan biaya logistik yang tidak sedikit bagi para calon peserta dari daerah. Untuk memotong rantai birokrasi dan memudahkan warga lokal, Disnaker Indramayu telah mengajukan permohonan ke Kemenaker agar seleksi resmi pemagangan IM Japan bisa digelar langsung di Indramayu.
Meski agenda tahun ini sudah terpatok di BBPVP Bekasi, Pemkab Indramayu optimistis tempat seleksi mandiri di Indramayu dapat direalisasikan mulai tahun depan.
Baca Juga:Disnaker Kabupaten Cirebon Saring 1.400 Pendaftar Pelatihan Bahasa dan Budaya JepangPutus Rantai Kemiskinan Eksponensial: Pemkab Cirebon Buka Karpet Merah Menuju Jepang Lewat From Zero to Hero
Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut Kepala Disnaker Indramayu Endang Ismiati beserta jajaran pejabat daerah. Sinergi ini menandai babak baru transformasi ketenagakerjaan di Indramayu: mencetak pekerja migran terampil, terlindungi, dan berdaya saing tinggi.(*)
