Kreativitas pengelolaan dana umat di Kuningan bahkan secara konsisten mendapat atensi khusus dari BAZNAS RI karena tingkat kepercayaan publiknya yang tinggi.
Komitmen nyata pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan ekonomi di Kuningan salah satunya tercermin dari masifnya perputaran Program Z-Mart. Program intervensi warung UMKM ini didesain khusus untuk memutus rantai kemiskinan dari tingkat akar rumput.
Saat ini, Kabupaten Kuningan bahkan sukses menobatkan diri sebagai daerah dengan jumlah titik Program Z-Mart UMKM terbanyak di seluruh Jawa Barat, dengan total sebaran mencapai 80 titik.
Baca Juga:Sinergi Baznas-Pemkab Kuningan, Jaga Tren Penurunan Kemiskinan Lewat Ketahanan Pangan KomunalSinergi Zakat, Gedung Baru BAZNAS Cirebon Jadi ‘Jantung’ Pengentasan Kemiskinan dan Mitigasi Krisis
“Kami berharap pimpinan BAZNAS Kuningan yang baru terus memperkuat kolaborasi produktif ini dengan pemerintah daerah. Zakat tidak boleh lagi hanya dilihat sebagai bantuan karitatif, melainkan mesin pemberdayaan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan,” kata Anang.
Formasi Baru Nakhoda BAZNAS Kuningan 2026–2031
Akselerasi tata kelola zakat, transparansi, serta digitalisasi penghimpunan dana umat kini resmi berada di pundak lima pimpinan baru. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kuningan Nomor 877 Tahun 2026 yang dibacakan oleh Kepala Bagian Kesra Setda Kuningan, Emup Muplihudin, S.Pd., formasi kepengurusan kali ini diisi oleh kombinasi figur lintas keahlian.
Nakhoda utama BAZNAS Kuningan kini dipegang oleh H. Yusron Kholiq, S.Ag., M.Si. yang resmi menjabat sebagai Ketua, bertanggung jawab penuh atas koordinasi dan arah kebijakan strategis lembaga.
Pergerakan roda lembaga diperkuat oleh empat Wakil Ketua yang membawahi sektor-sektor krusial secara spesifik. Di sektor hulu, H. Syarifudin, Lc., M.Pd. dipercaya menjabat Wakil Ketua I yang fokus pada akselerasi pengumpulan dana (fundraising).
Sementara di sektor hilir, Asep Z. Fauzi, M.Pd. mengemban posisi Wakil Ketua II yang memegang kendali penuh atas akurasi pendistribusian dan pendayagunaan zakat agar tepat sasaran.
Urusan dapur organisasi dan akuntabilitas diserahkan kepada Adang Romadona, S.Pd.I. selaku Wakil Ketua III yang mengawal bidang perencanaan, keuangan, sekaligus pelaporan.
Terakhir, penguatan internal, manajemen SDM, dan komunikasi publik dikomandoi oleh Abdul Jalil Hermawan, M.I.Kom. sebagai Wakil Ketua IV Bidang Administrasi, SDM, dan Umum.
