Kekurangan Anggaran, Aula Doa Situs Buyut Selawe Cirebon Rampung 75% lewat Keringat PMI dan Kencleng Sukarela

Situs-Buyut-Selawe
Suasana interior ruang aula doa di Situs Ki Buyut Selawe, Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, yang pembangunannya baru menyentuh angka 75 persen. Proyek darurat untuk mengamankan atap lapuk ini masih mengandalkan swadaya mandiri masyarakat dan pekerja migran (PMI) akibat absennya anggaran resmi pemerintah. Foto: Subadi/Cirebon Insider

​”Kalau pun ada sumbangan dari pejabat atau pihak instansi, kemungkinan besar itu atas nama pribadi, bukan dari serapan anggaran resmi kelembagaan,” tambah Wahyu dengan nada getir.

​Menanti Komitmen APBDes dan Sinergi Lintas Sektoral

​Kondisi riil di lapangan ini mempertegas alarm yang sebelumnya ditiupkan oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Muhammad Asyrof Abdik, saat meninjau wilayah Kapetakan bulan lalu.

Regulasi ketat yang memangkas sisa Dana Desa (APBDes) menjadi hanya kisaran Rp300 hingga Rp400 juta per desa, membuat Pemdes Grogol gamang untuk mengalokasikan stimulus mandiri tanpa adanya intervensi dana hibah eksternal.

Baca Juga:Revitalisasi Situs Buyut Selawe Mandek, Anggota DPRD Jabar Asyrof Abdik Dorong Sinergi Lintas DesaTengok Revitalisasi Situs Ki Buyut Selawe Cirebon: Atap Lapuk Nyaris Ambruk, Juru Kunci Ketuk Hati Para PMI

​Padahal secara historis, Situs Buyut Selawe yang berada tepat berseberangan dengan Situs Syekh Magelung Sakti (Desa Karangkendal) merupakan satu kesatuan ekosistem wisata religi yang potensial menyumbang ekonomi makro daerah.

Ketiadaan infrastruktur penunjang seperti terminal bus pariwisata terpadu serta stagnasi akses jalan memperparah isolasi ekonomi di poros sejarah ini.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Grogol maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon belum memberikan respons resmi terkait langkah taktis maupun opsi bantuan darurat untuk kelanjutan restorasi makam inti Situs Buyut Selawe.

Keberlanjutan situs cagar budaya ini kini sepenuhnya bertumpu pada konsistensi kedermawanan kolektif warga dan para pekerja migran.(*)

0 Komentar