CIREBONINSIDER.COM – Upaya revitalisasi cagar budaya peninggalan sejarah Kesultanan Cirebon di wilayah utara Kabupaten Cirebon kini tengah menghadapi jalan buntu.
Salah satunya menimpa Situs Buyut Selawe yang berlokasi di Desa Grogol, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Proses penataan situs tua ini dilaporkan mandek akibat keterbatasan anggaran swadaya masyarakat dan minimnya alokasi dari pemerintah.
Kondisi tersebut mengemuka usai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhammad Asyrof Abdik, S.Hub.Int, menggelar Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2026 di Kecamatan Kapetakan, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga:Tengok Revitalisasi Situs Ki Buyut Selawe Cirebon: Atap Lapuk Nyaris Ambruk, Juru Kunci Ketuk Hati Para PMIJaga Marwah Nyi Selawe, Restorasi Situs Pribumi Tertua di Grogol Cirebon Mulai Ditempuh
Menanggapi mandeknya pembangunan di Situs Buyut Selawe, Asyrof Abdik menegaskan bahwa pihak legislatif siap mengawal aspirasi masyarakat terkait penyelamatan situs cagar budaya. Namun, ia mengingatkan bahwa ketergantungan penuh pada anggaran desa saat ini sudah tidak lagi memungkinkan.
”Kalau hanya berharap dari Dana Desa (APBDes), jelas sangat terbatas. Sekarang regulasi plot dana desa sudah diatur sangat ketat, di Cirebon rata-rata sisa 300 sampai 400 juta rupiah saja per desa. Jauh menurun dibanding dulu yang bisa menyentuh angka 1 miliar,” ungkap Asyrof Abdik saat diwawancarai Cirebon Insider.
Politisi muda yang mewakili Dapil XII (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu) ini menjelaskan, keterbatasan tersebut sebenarnya bisa diatasi jika Pemerintah Desa (Pemdes) memiliki sumber daya manusia (SDM) yang jeli serta kemampuan komunikasi politik yang baik untuk mengakses dana eksternal.
Bantuan bisa dijemput melalui jalur dana hibah Kabupaten, dana hibah Provinsi Jawa Barat, hingga Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kebudayaan di pemerintah pusat.
Satu Kesatuan Historis dengan Situs Syekh Magelung Sakti
Secara historis dan geografis, Situs Buyut Selawe di Desa Grogol memiliki keunikan tersendiri. Letaknya berada persis berseberangan dengan Situs Syekh Magelung Sakti yang masuk ke dalam wilayah Desa Karangkendal.
Sebelum adanya pemekaran wilayah, kedua situs ini merupakan satu kesatuan utuh yang berada di bawah naungan Desa Karangkendal.
Mengingat nilai historisnya yang sangat erat dengan sejarah para leluhur Cirebon dan wilayah Kapetakan secara umum, Asyrof mendesak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk segera turun tangan melakukan langkah konkret, bukan sekadar pemeliharaan luar.
