Revitalisasi Situs Buyut Selawe Mandek, Anggota DPRD Jabar Asyrof Abdik Dorong Sinergi Lintas Desa

Situs-Buyut-Selawe-Grogol-Kapetakan
Warga saat berada di lokasi Situs Buyut Selawe, Desa Grogol, Kapetakan, yang kini proses revitalisasinya tengah mandek akibat keterbatasan anggaran. Foto: Istimewa/doc Cirebon Insider

​”Urusan sejarah ini tidak main-main dan saling berkaitan. Kita perlu hadirkan Disbudpar untuk mengecek langsung sejauh mana penelitiannya. Penyelamatan situs bersejarah memerlukan riset mendalam dan analisis komprehensif, dan itu membutuhkan anggaran yang besar. Pemerintah harus hadir di sini,” tegasnya.

​Infrastruktur Mandek Hambat Potensi Wisata Religi

​Kawasan Kapetakan, khususnya poros Desa Grogol dan Karangkendal, sebenarnya menyimpan prospek ekonomi makro yang luar biasa dari sektor wisata religi dan ziarah—terutama karena magnitudo peziarah yang searah dengan makam Sunan Gunung Jati. Namun, potensi ini kerap terhambat masalah klasik infrastruktur.

​Hingga saat ini, kawasan penunjang ziarah di sekitar makam Syekh Magelung Sakti dan Buyut Selawe masih terkendala ketiadaan terminal representatif bagi bus pariwisata serta akses jalan yang stagnan.

Baca Juga:Tengok Revitalisasi Situs Ki Buyut Selawe Cirebon: Atap Lapuk Nyaris Ambruk, Juru Kunci Ketuk Hati Para PMIJaga Marwah Nyi Selawe, Restorasi Situs Pribumi Tertua di Grogol Cirebon Mulai Ditempuh

​Sebagai penutup, Asyrof Abdik menyerukan pentingnya sinergi lintas desa dan pemerintah daerah agar kekayaan kultur Cirebon tidak punah.

​”Cirebon ini kuat karena kulturnya. Jika situs-situs penting seperti Buyut Selawe dan Syekh Magelung Sakti ini tidak segera diperhatikan sistem perawatannya, kita akan kehilangan identitas sejarah sekaligus potensi ekonomi daerah. Kami di DPRD siap bersinergi dengan Pemdes dan warga Kecamatan Kapetakan untuk mendorong pemerintah pusat dan provinsi agar lebih peduli,” pungkas Asyrof.(*)

0 Komentar