​Tragisnya, meski musyawarah perencanaan revitalisasi ini sempat digelar secara formal di Balai Desa Grogol, hingga kini belum ada kejelasan apakah program penyelamatan situs bersejarah ini diakomodasi ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun berjalan atau tidak.
Pemerintah desa setempat belum memberikan informasi resmi terkait porsi stimulasi dana untuk situs tersebut.
​Respons FKC dan Forkopimcam Kapetakan
​Keberadaan proyek revitalisasi situs pribumi tertua di Kecamatan Kapetakan ini sebenarnya bukan rahasia lagi bagi jajaran birokrasi di atasnya.
Baca Juga:Jaga Marwah Nyi Selawe, Restorasi Situs Pribumi Tertua di Grogol Cirebon Mulai DitempuhJaga Nataru, 10.000 Banser Apel Kebangsaan di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Dipimpin Kapolri
Pendamping Desa Grogol, Hasan, mengonfirmasi bahwa Forum Kuwu Cirebon (FKC) wilayah Kecamatan Kapetakan sudah mengetahui dinamika pembangunan ini.
​”Mengenai keberadaan pembangunan dan revitalisasi Situs Ki Buyut Selawe ini sebenarnya sudah diketahui oleh pihak FKC Kecamatan Kapetakan.Namun, untuk bagaimana respons lanjutan, tindakan konkret, atau stimulan bantuan dari forum tersebut, saat ini saya pribadi belum mendapatkan informasi lebih lanjut,” ungkap Hasan.
​Tak hanya FKC, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kapetakan juga dilaporkan sudah sempat turun ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi riil situs.
Kendati demikian, kunjungan kerja tersebut tampaknya belum membuahkan solusi anggaran yang konkret guna menyelamatkan proyek dari ancaman mandek.
​Ketuk Pintu Hati Putra Daerah dan Pekerja Migran (PMI)
​Melihat situasi yang kian mengkhawatirkan, Wahyu selaku juru kunci mengeluarkan seruan moral yang mendalam.
Ia mengetuk kepedulian seluruh lapisan masyarakat, para pemangku kebijakan, hingga para putra daerah yang saat ini sedang mengadu nasib di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
​”Kita yang hari ini bertinggal, bernapas, dan mencari penghidupan di bumi warisan buyut rasanya tak pantas jika tidak terketuk hati untuk berkontribusi,” tutur Wahyu dengan nada emosional.
Baca Juga:DPRD Kabupaten Cirebon Usul Bentuk Tim Khusus Atasi Pengemis di Makam Sunan Gunung JatiRp2,2 M Dana Pribadi Prabowo, 100 Becak Listrik Ubah Hidup Lansia Cirebon; Mangkal di Trusmi dan Gunung Jati
​Wahyu kemudian mengingatkan kembali fragmen sejarah kerelaan hati Ki Buyut di masa lampau yang menjadi pondasi keberagaman dan pendidikan di wilayah tersebut.
​”Beliau telah berjuang untuk kemaslahatan kita semua. Di masa awal dulu, dengan begitu ridhonya beliau mengizinkan sosok ulama besar Syekh Magelung Sakti untuk bertinggal dan berdakwah di sini. Tujuannya mulia, agar anak keturunannya mendapat pencerahan ilmu dan agama,” tambahnya.
