Aparatur sipil yang berada di posisi ini dinilai memiliki produktivitas kerja di atas rata-rata sekaligus stabilitas emosi, kompetensi manajerial, dan cara berpikir visioner yang matang.
”Saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan semua, karena yang hadir di ruangan ini adalah mereka yang berhasil terpetakan dan berada di Kotak 9. Kegiatan ini merupakan komitmen konkret kami untuk melaksanakan uji kompetensi yang kompetitif, objektif, serta terukur dari seluruh aspek kepegawaian,” tambah Zaenal Muttaqin.
Beban Amanah Publik di Pundak Lucky Hakim
Bupati Lucky Hakim dalam orasi arahannya mengingatkan dengan nada lugas bahwa promosi jabatan di eranya harus dipandang sebagai sebuah beban amanah pelayanan publik, bukan hadiah hiburan ataupun penghargaan karier semata. Ia mendorong para peserta untuk menunjukkan kepemimpinan yang tangguh di lapangan.
Baca Juga:Adopsi Teknologi Arkansas, Indramayu Targetkan Panen 10 Ton Per Hektar Lewat Pertanian Modern PM-AASIroni di Balik Status Lumbung Padi, Petani Indramayu Terjerat ‘Guremisasi’ Lahan 0,4 Hektar
”Sebuah organisasi yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem yang baik, tetapi juga oleh orang-orang hebat di dalamnya. Uji kompetensi menjadi instrumen strategis untuk memastikan bahwa setiap aparatur sipil memiliki kemampuan, integritas, dan kesiapan penuh dalam menjalankan tugas fungsionalnya secara profesional,” kata Lucky Hakim.
Melihat konstelasi politik lokal di kawasan Pantura Jawa Barat, langkah Lucky Hakim mengadopsi pendekatan ilmiah ini secara langsung menantang kultur birokrasi lama yang kerap didera isu nepotisme.
Jika sistem meritokrasi ini sukses dipertahankan secara konsisten, Indramayu berpeluang besar menjadi acuan (pioneer) tata kelola pemerintahan bersih bagi daerah tetangga seperti Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Majalengka, dan Kuningan.
Tantangan terbesar pasca-ujikom ini adalah pembuktian empiris di lapangan. Publik kini menunggu secara nyata: apakah para lulusan elit “Kotak 9” ini mampu secara instan mengeksekusi program penanggulangan kemiskinan ekstrem, optimalisasi sektor pertanian Pantura, hingga percepatan perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Indramayu? Reformasi di atas kertas wajib selaras dengan realitas pelayanan publik.
Melalui skema penilaian yang terstruktur dan adaptif ini, Pemkab Indramayu mencoba mengirimkan pesan kuat ke level regional maupun nasional: bahwa birokrasi Pantura kini bertransformasi menjadi dinamis, kompetitif, dan siap mengakomodasi akselerasi investasi di koridor kawasan industri Rebana.
