Adopsi Teknologi Arkansas, Indramayu Targetkan Panen 10 Ton Per Hektar Lewat Pertanian Modern PM-AAS

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim meninjau drone sprayer dan tanam perdana PM-AAS teknologi Arkansas di Desa Plosokerep Terisi. Foto: Humas Pemkab Indramayu ​

CIREBONINSIDER.COM– Kabupaten Indramayu tidak lagi sekadar mengandalkan predikat tradisional sebagai lumbung pangan. Melalui lompatan teknologi “Advanced Agriculture System” (PM-AAS) yang mengadopsi sistem Arkansas dari Amerika Serikat, Indramayu kini memulai revolusi sawah modern untuk mengunci target produksi 10 ton per hektare.

Di tengah terik matahari Blok Suket Baju, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Rabu (13/5), deru mesin pertanian dan dengung drone sprayer menjadi penanda era baru.

Gerakan Tanam Perdana di lahan seluas 100 hektare ini bukan sekadar seremonial, melainkan implementasi nyata dari mekanisasi pertanian presisi yang terintegrasi.

Baca Juga:Ekspor Urea Rp7 Triliun ke Australia, Harga Pupuk Subsidi Dalam Negeri Justru Anjlok 20%!Lawan Arus Global! Saat Thailand-Vietnam Tercekik Harga Pupuk, Prabowo Justru Pangkas Harga 20%

​Sentuhan Teknologi Arkansas di Bumi Wiralodra

​Sistem PM-AAS merupakan adaptasi langsung dari teknologi pertanian di Arkansas, Amerika Serikat. Fokus utamanya adalah efisiensi ekstrem: mulai dari penggunaan pupuk, manajemen air, hingga pola tanam rapat yang dirancang untuk memaksimalkan setiap jengkal tanah. ​”Indramayu adalah lokasi utama nasional selain Subang. Kami menerapkan teknologi modern melalui mekanisasi alat dan pengendalian hama yang terpantau sejak awal. Targetnya jelas, hasil panen harus mencapai 10 ton per hektare,” tegas Husnain, Sekretaris BRMP Kementerian Pertanian.

Program ini membagi 100 hektare lahan menjadi dua skema: 70 hektare lahan Optimalisasi Lahan (Oplah) dan 30 hektare lahan reguler.

Transformasi ini digerakkan oleh 83 petani yang tergabung dalam 10 Kelompok Tani (Poktan) serta satu Brigade Pangan—menjadikan Indramayu sebagai satu-satunya pilot project yang melibatkan Brigade Pangan secara langsung dalam operasional sistem PM-AAS.

Bupati Lucky Hakim: Bertani Tak Lagi Tentang Lelah, Tapi Tentang Hasil

​Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menegaskan bahwa modernisasi adalah kunci agar sektor pertanian tetap kompetitif dan diminati generasi muda. Baginya, jika cara-cara konvensional terus dipertahankan tanpa inovasi, sektor unggulan Indramayu ini terancam stagnan.

“Proses tanam menjadi lebih cepat dan efisien. Program PM-AAS ini membantu petani supaya tidak terlalu capek secara fisik, namun hasilnya jauh lebih melimpah. Kalau kita tidak melakukan modernisasi sekarang, pertanian kita akan tertinggal,” ujar Bupati Lucky saat meninjau langsung drone sprayer di lokasi.

​Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Indramayu juga dibuktikan dengan penyaluran 100 unit pompa air dan bantuan alsintan dari Kementan, serta distribusi pupuk petroganik dari PT Pupuk Indonesia.

0 Komentar