Ujian Mental Juara Persib di Parepare: Badai Absensi, Duka Hodak, dan Misi Kunci Mahkota Super League

Persib-Bandung
Asisten pelatih Persib Igor Tolic memimpin taktik skuad Maung Bandung jelang laga kontra PSM Makassar di Super League 2026.Foto: Doc Persib

CIREBONINSIDER.COM – Persib Bandung berada di ambang sejarah sekaligus ujian kedewasaan mental paling hebat sepanjang musim Super League 2025/2026.

Menghadapi PSM Makassar pada laga pekan ke-33 di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Minggu (17/5/2026) pukul 19.00 WIB, Maung Bandung dipaksa bertarung tanpa komandan utama di pinggir lapangan dan kehilangan separuh kekuatan pilar asingnya.

​Ini bukan sekadar laga tandang biasa; ini adalah partai final yang sesungguhnya. Mengoleksi 75 poin—angka yang sama persis dengan pesaing terdekat mereka, Borneo FC Samarinda—Persib dilarang terpeleset.

Baca Juga:KDM Ingatkan Bobotoh Soal Kemenangan Persib: Jadilah Kesatria, Jangan Jemawa!Misi Titik Darah Penghabisan Persib, Ketegaran Bojan Hodak dan Janji Marc Klok Taklukkan Jarak demi Juara

Keunggulan head-to-head atas Pesut Etam menempatkan takdir juara sepenuhnya di tangan anak-anak Bandung, dengan syarat: sapu bersih poin di Sulawesi.

​Redupnya Kekuatan Pilar Utama di Garis Depan dan Belakang

​Situasi di kamar ganti Pangeran Biru sedang tidak ideal. Persib dipastikan compang-camping akibat akumulasi kartu dan hantaman cedera. Dua legiun asing, bek tengah Federico Barba dan pengatur ritme Luciano Guaycochea, harus absen akibat skorsing kartu kuning.

​Kondisi ini diperparah dengan absennya Sergio Castel dan bek kiri kelas dunia, Layvin Kurzawa, yang terpaksa ditinggal di Bandung untuk menjalani pemulihan cedera.

​Sebagai penanggulangan, staf kepelatihan Persib menyiapkan rotasi taktis:

– ​Julio Cesar diproyeksikan mengawal lini pertahanan menggantikan Barba.​Marc Klok kembali memegang kendali penuh di sektor jangkar pasca-absennya Guaycochea.

– ​Eliano Reijnders diplot mengisi pos bek kiri yang ditinggalkan Kurzawa.

​Analisis Taktis: Absennya poros Barba-Kurzawa memaksa lini belakang Persib melakukan sinkronisasi instan demi meredam agresivitas Juku Eja yang dikenal sangat agresif saat bermain di depan publik sendiri.

​Duka Bojan Hodak dan Estafet Kendali Igor Tolic

​Tantangan terbesar Persib malam nanti adalah kekosongan kursi pelatih kepala. Bojan Hodak tidak hanya terkena sanksi larangan mendampingi tim akibat akumulasi kartu kuning, tetapi juga sedang dirundung duka mendalam.

Usai mematangkan taktik terakhir di Bandung, juru taktik asal Kroasia tersebut langsung bertolak ke kampung halamannya menyusul berpulangnya sang ibunda.

Baca Juga:Dramatis! Teja Paku Alam Gagalkan Kemenangan Persija, Persib Amankan Poin Penuh di El Clasico Misi Melindungi Rekor 3 Tahun! Bojan Hodak Bakar Mental Juara PERSIB Jelang El Clasico di Samarinda

​Tanggung jawab besar kini diletakkan di pundak asisten pelatih, Igor Tolic. Ini menjadi kali ketiga musim ini Tolic memimpin langsung Persib di bench akibat sanksi Hodak.

0 Komentar