”Tidak ada waktu untuk mengeluh. Siapa yang tidak bisa bermain atau mendampingi, ya tidak ada di sini. Kami sudah sangat dekat untuk membuat semua orang di Bandung—dan seluruh Jawa Barat—kembali bahagia. Kami bermain untuk memenangkan liga,” tegas Igor Tolic dalam konferensi pers di Parepare, Sabtu (16/5/2026).
Kakang Rudianto dan Suara Perlawanan dari Akar Rumput Jawa Barat
Kehilangan figur-figur senior justru memicu determinasi tinggi dari daun muda Persib, Kakang Rudianto. Bek muda potensial kelahiran Cianjur ini menegaskan bahwa tekanan perebutan juara berdarah-darah melawan Borneo FC bukan menjadi beban, melainkan bahan bakar motivasi.
”Cukup seru karena poinnya sama dengan Borneo. Kami tidak terbebani, justru kami berpikir untuk tampil habis-habisan di dua pertandingan sisa ini. Satu tahun penuh sudah kami lewati dengan kerja keras, jadi dua laga ini adalah pembuktiannya. Makassar tim kuat dalam bertahan dan menyerang, tapi kami siap,” ujar Kakang.
Baca Juga:KDM Ingatkan Bobotoh Soal Kemenangan Persib: Jadilah Kesatria, Jangan Jemawa!Misi Titik Darah Penghabisan Persib, Ketegaran Bojan Hodak dan Janji Marc Klok Taklukkan Jarak demi Juara
Sikap tak gentar Kakang menjadi representasi mentalitas talenta lokal Jawa Barat. Denyut optimisme ini juga menjalar hingga ke wilayah pantura, termasuk basis massa Bobotoh di Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
Bagi pendukung setia di daerah satelit, gelar juara musim 2025/2026 adalah harga mati untuk menutup musim secara dramatis di Bandung pekan depan.
Nama lain yang menyuarakan optimisme adalah bek internasional asal Irak, Frans Putros. Ia menyatakan bahwa skuat Pangeran Biru sama sekali tidak terpengaruh oleh absennya Hodak secara fisik.
“Kami sudah melahap menu taktikal bersama Coach Bojan di Bandung. Sebagai pemain, kami tahu persis apa yang harus dilakukan di lapangan. Kemenangan besok adalah langkah besar sebelum kami mengangkat trofi di kandang,” ucap Frans dengan nada mantap.
Misi Pecah Telur PSM Makassar dan Siasat Cegah Kelelahan
Di kubu tuan rumah, PSM Makassar yang kini ditangani caretaker Ahmad Amiruddin mengusung misi tersendiri. Juku Eja berambisi merusak pesta Persib sekaligus memecahkan kebuntuan historis.
Berdasarkan catatan statistik, PSM terakhir kali mampu menjebol gawang Persib pada tahun 2023 saat bermain di kandang.
