CIREBONINSIDER.COM — Isu panas mengenai dugaan penggelembungan harga (mark-up) sepatu siswa Sekolah Rakyat akhirnya pecah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, turun tangan langsung membedah fakta di balik angka Rp700 ribu yang viral di jagat maya.
Bukan sekadar bantahan, Gus Ipul menguliti bagaimana narasi hoaks dibangun dengan mencampuradukkan dokumentasi lama untuk memicu kemarahan publik.
Baca Juga:Strategi Graduasi Kemensos, Cetak Lulusan Sekolah Rakyat Jadi Caregiver Profesional di JepangCirebon Jadi Pilot Project Nasional: Sekolah Rakyat Terintegrasi Kini Dipelototi DPR RI, Apa Kehebatannya?
Duduk Perkara: Foto Lawas yang ‘Digoreng’
Kegaduhan ini dipicu oleh sebuah foto yang memperlihatkan Gus Ipul bersama Khofifah Indar Parawansa tengah membagikan sepatu.
Narasi yang beredar menuding sepatu tersebut adalah hasil pengadaan Kemensos yang harganya dimainkan.”Itu fitnah, itu hoaks,” tegas Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Selasa (5/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa foto tersebut adalah dokumentasi 2 Mei 2025 di Malang. “Sepatu di foto itu adalah bantuan pribadi Bu Khofifah melalui APBD Jatim, bukan proyek Kemensos. Jelas ini memutarbalikkan fakta,” tambahnya.
Bedah Anggaran: Pagu vs Realisasi Harga
Menjawab kritik tajam soal harga Rp700 ribu per pasang, Gus Ipul memberikan edukasi anggaran yang krusial bagi masyarakat. Dalam dunia pengadaan barang dan jasa, angka tersebut adalah Pagu atau batas tertinggi, bukan harga beli final.
Secara detail, pengadaan sepatu Sekolah Rakyat tahun 2025 memang dirancang komprehensif. Setiap siswa tidak hanya menerima satu, melainkan paket yang terdiri dari:
– Sepatu PDL: Untuk ketahanan luar ruangan (Pagu Rp700.000).- Sepatu PDH & Olahraga: Untuk aktivitas kelas dan fisik.- Sepatu Asrama: Untuk kebutuhan harian.- Ekstra: Seluruh paket sudah termasuk kaus kaki berkualitas.
“Pemenang tender adalah yang menawarkan harga paling rendah namun memenuhi spesifikasi ketat. Jadi, harga riil di lapangan dipastikan berada di bawah pagu tersebut,” jelasnya secara transparan.
Baca Juga:Bupati Cirebon Dobrak Tradisi Administrasi, Fokus ke Swasembada Energi dan Sekolah Rakyat di 2026Model Sekolah Rakyat Cirebon Siap Direplikasi Nasional, Solusi Nyata Putus Sekolah Akibat Kemiskinan
Komitmen Tanpa Intervensi
Didampingi Wamenos Agus Jabo Priyono, Gus Ipul melempar tantangan terbuka. Ia menegaskan tidak akan ada “titipan” atau intervensi dalam proses lelang di Kemensos.
”Jika ada bukti kuat penyimpangan, kami yang akan pertama kali melaporkannya ke aparat penegak hukum. Prosesnya terbuka, silakan diaudit,” pungkasnya.
