Terobosan Digital Indramayu: Pilkades E-Voting Perdana Jabar Hemat Anggaran dan Percepat Proses Pemilihan

Pilwu-Indramayu-Digital-Hybrid
​Inovasi 139 desa di Indramayu: Pemilihan Kepala Desa atau Pilwu Digital Hybrid dengan hanya \"Scan Barcode\" menarik partisipasi pemilih di atas 70%. Foto: Humas Pemkab Indramayu

​CIREBONINSIDER.COM – Kabupaten Indramayu mencetak sejarah dengan menjadi wilayah percontohan pertama di Provinsi Jawa Barat. Indramayu berhasil mengimplementasikan sistem electronic voting (e-voting) atau hybrid dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2025.

Inovasi ini disambut positif oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, yang menilai penerapan teknologi ini tidak hanya mempercepat proses demokrasi di tingkat desa, tetapi juga menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan.

​Efisiensi Waktu dan Biaya yang Fantastis

​Pilkades Serentak Indramayu yang digelar di 139 desa ini membuktikan keunggulan metode digital. Anggota Komisi I DPRD Jabar, H. Toto Suharto, menyoroti efektivitas waktu yang ditawarkan e-voting.

Baca Juga:PILWU DIGITAL HYBRID PERTAMA JABAR: Indramayu Jadi Sorotan Nasional, Partisipasi Pemilih Capai Angka FantastisIndramayu Tancap Gas! 139 Kotak Suara Disegel, Pilwu Digital 2025 Siap Ubah Sejarah Demokrasi Desa

​”Pelaksanaan secara elektronik ini sangat membantu, baik dari segi waktu maupun tenaga. Proses penghitungan suara pun menjadi lebih cepat tanpa harus dilakukan secara manual,” kata Toto Suharto usai memantau langsung di lokasi, Rabu (10/12/2025).

​Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jabar, Ono Surono, mengungkapkan aspek penghematan anggaran yang mencengangkan berkat sistem hybrid ini.

​”Jika satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) biasanya membutuhkan anggaran Rp25 juta, kini hanya Rp4 juta. Ini mampu memberikan penghematan anggaran sekitar 80 persen,” jelas Ono Surono.

​Sistem hybrid ini memastikan setiap pemilih tetap datang ke TPS. Namun proses penyaluran hak suara dilakukan melalui perangkat elektronik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jabar, Mochamad Ade Afriandi, menjelaskan bahwa suara langsung terekam dan terhitung otomatis, cepat, dan akurat.

​Pengawasan Ketat dan Apresiasi Dewan

​Komisi I DPRD Jabar melakukan pengawasan langsung di sejumlah lokasi, termasuk Desa Pekandangan dan Kertacila, sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif terhadap penggunaan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Jabar, Taufik Hidayat, mengapresiasi kelancaran pelaksanaan di lapangan.

Baca Juga:TEGAS! DPMD Indramayu Soroti Ketatnya SOP Pilwu Hybrid 2025: Jaminan Akuntabilitas Digital Lawan SkeptisismeIndramayu Mulai Distribusi Perangkat E-Voting Pilwu 2025, Klaim Keamanan Berlapis Sistem Hybrid Jadi Sorotan

​”Alhamdulillah, dari dua TPS yang kami kunjungi, seluruh proses berjalan baik tanpa kendala berarti. Kelancaran proses ini merupakan indikator positif bagi Pilkades,” ujar Taufik.

​Kehadiran Komisi I juga menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

0 Komentar