CIREBONINSIDER.COM- Setelah tak lagi punya jabatan atau tak lagi menjabat sebagai Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis justru tersandung masalah hukum.
Nashrudin Azis ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cirebon terkait kasus korupsi pada proyek pembangunan Gedung Sekretariat Daerah atau Gedung Setda Kota Cirebon.
Proyek Gedung Setda dibangun pada tahun anggaran 2016, 2017, dan 2018. Gedung itu dibangun setinggi delapan lantai dengan anggaran Rp86 miliar.
Baca Juga:Mantan Wali Kota Cirebon Ditahan, Terlibat Korupsi Gedung SetdaKorupsi Proyek Gedung Setda Kota Cirebon, Enam Tersangka Ditahan Kejaksaan
Pembangunan Gedung Setda menjadi sorotan karena tak sesuai dengan anggaran sebesar itu.
Kejari Kota Cirebon akhirnya melakukan pendalaman hingga akhirnya menetapkan tujuh tersangka, termasuk Nashrudin Azis, dan kini ditahan di Rutan Kelas 1 Cirebon.
Gedung Setda sendiri berada di kawasan Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon.
Gedung ini menjadi tempat berkantornya Wali Kota, Wakil Wali Kota, Sekda, para Staf Ahli atau Asisten, hingga para ASN yang bertugas pada Kesekretariatan Daerah Kota Cirebon.
Profil Nashrudin Azis
Dikutip dari berbagai sumber, Nashrudin Azis memulai karir politiknya di Partai Demokrat.
Lewat partai besutan SBY tersebut, Nashrudin Azis berhasil masuk DPRD Kota Cirebon, bahkan langsung menduduki kursi Ketua DPRD Kota Cirebon periode 2009-2014.
Ia pun mulai masuk dunia pilkada, di mana pernah maju Pilkada Kota Cirebon tahun 2008 berpasangan dengan Bambang Surono.
Baca Juga:Ini Nama-nama Tersangka Kasus Gedung Setda Kota Cirebon, Lengkap dengan JabatannyaKorupsi Proyek Gedung Setda Kota Cirebon, Kadispora Langsung Diganti
Kala itu, Nashrudin Azis menjadi Calon Wakil Walikota mendampingi Bambang Surono.
Tapi dalam kontestasi Pilkada 2008, mereka kalah dari pasangan Subardi-Sunaryo (SuSun), pemenang Pilkada Kota Cirebon yang diusung PDI Perjuangan.
Kegagalan Pilkada 2008 tak menyurutkan langkah Azis. Ia pun kembali mencoba peruntungangannya di Pilkada 2013.
Kali ini Azis maju mendampingi Ano Sutrisno, yakni gabungan Golkar dan Partai Demokrat.
Ya, saat itu Azis yang diusung Demokrat rela menjadi Wakil Walikota dari Ano Sutrisno yang diusung Golkar.
Dalam perjalanan Pilkada 2013, Ano dan Azis terpilih atau menjadi pemenang dan memimpin Kota Cirebon periode 2013-2018.
Azis kemudian melanjutkan kepemimpinan menjadi Wali Kota menggantikan Ano Sutrisno yang meninggal dunia pada tahun 2015.
Selanjutnya pada Pilkada 2018, Azis maju berpasangan dengan Eti Herawati dari Nasdem.
