CIREBONINSIDER.COM— Badan Gizi Nasional (BGN) resmi membuka rekrutmen terbuka untuk 200 Tenaga Pendukung Asistensi Komunikasi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG). Langkah ini dilakukan melintasi mekanisme Penyedia Jasa Lainnya (PJLP) Perorangan untuk mengawal keterbukaan informasi dan kelancaran distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Indonesia.
Rekrutmen ini menjadi bagian penting dari penguatan operasional BGN. Kehadiran petugas komunikasi di tingkat daerah diproyeksikan menjadi penghubung langsung antara pemerintah pusat, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan masyarakat.
Pendaftaran dibuka secara daring hingga Rabu, 30 September 2026 pukul 23.59 WIB.
Misi Utama: Kawal Transparansi dan Atasi Kendala Lapangan
Pengawasan dan komunikasi publik yang responsif menjadi kunci utama keberhasilan penyaluran gizi nasional. Tenaga Asistensi Komunikasi ini disiapkan untuk menyampaikan informasi terkini sekaligus merespons cepat berbagai dinamika operasional di lapangan.
Baca Juga:BGN Gandeng JICA Adopsi Sistem Makan Sekolah Jepang untuk Program MBGTelur Jabar Naik Kelas, Tembus Pasar Global hingga Hemat Anggaran MBG Rp4,23 Triliun
Berdasarkan ketentuan BGN, terdapat enam fokus pekerjaan utama yang akan dijalankan:
Pertama, Asistensi Lapangan: Membantu kelancaran komunikasi operasional Program MBG di wilayah KPPG.
Kedua, Jaringan Koordinasi: Membangun hubungan kerja yang solid dengan stakeholder daerah dan pemangku kepentingan.
Ketiga, Sentra Informasi: Menghimpun dan melaporkan data real-time langsung ke Kedeputian Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN.
Keempat, Problem Solving: Memberikan dukungan komunikasi saat terjadi hambatan penyaluran program di daerah.
Kelima, Monev & Dokumentasi: Menyusun laporan berkala sebagai bahan pemantauan dan evaluasi. Tugas Khusus: Menjalankan instruksi komunikasi sesuai kebutuhan dan dinamika organisasi.
Syarat Pendaftaran: Terbuka untuk Lulusan SMA dan Usia hingga 50 Tahun
Kualifikasi dalam seleksi BGN ini terbilang inklusif. Pemerintah memberikan kesempatan luas bagi masyarakat lokal yang berpengalaman di bidang komunikasi dan kegiatan sosial.
Baca Juga:BGN dan BKN Matangkan Formasi ASN, Siapkan Ribuan SDM Teknis Pengawal Gizi Nasional ke TapakSapu Bersih Dapur MBG Bodong, BGN Gembok 1.999 Dapur Pembangkang Izin Sanitasi
Kualifikasi lengkap yang wajib dipenuhi pelamar: Pendidikan minimal SMA/sederajat, usia pelamar mulai 23 tahun hingga 50 tahun. Diutamakan memiliki pengalaman kerja di instansi pemerintah atau kegiatan koordinasi komunitas. Mampu melakukan pemantauan operasional SPPG di wilayah kerja setempat. Memiliki keterampilan mengoperasikan perangkat IT, aplikasi perkantoran, dan media digital.
Suara wajib selanjutnya, Memiliki kemampuan komunikasi lisan dan tulisan yang lugas, sistematis, serta mudah dipahami. Siap bekerja secara individu maupun tim berbasis target.Memiliki integritas tinggi, disiplin, serta sanggup menjaga kerahasiaan informasi internal.
