​Perang Bunga Deposito Bank BUMN saat Ekonomi Global Memanas: Pilih BRI, BNI, atau Mandiri?

Ilustrasi-grafik-suku-bunga-deposito-bank
​Grafik suku bunga deposito bank BUMN BRI BNI Mandiri dan aplikasi m-banking di smartphone. Foto: Ilustrasi/ AI

​Bank Mandiri

Bank Mandiri menawarkan aksesibilitas tinggi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri mulai dari Rp1 juta. Bunga yang ditawarkan seragam untuk seluruh tingkat nominal: 2,25% per tahun untuk tenor 1 dan 3 bulan, serta 2,50% per tahun untuk tenor 6, 12, hingga 24 bulan.

​Mengapa Bunga Tenor Jangka Panjang Malah Turun?

​Langkah BRI memangkas bunga tenor jangka panjang menjadi indikator penting. Perbankan enggan mengunci beban biaya dana yang tinggi dalam jangka waktu 1 hingga 3 tahun ke depan.

​Perbankan memproyeksikan adanya potensi penurunan suku bunga di masa mendatang begitu tekanan geopolitik dan inflasi minyak mereda. Mengunci imbal hasil tinggi untuk tenor panjang akan menjadi beban likuiditas yang kurang efisien bagi operasional perbankan.

Baca Juga:Suku Bunga Mekaar Anjlok 8 Persen, Wirausaha Perempuan Kuasai Rp201 Triliun KUR 2026Pasar Sambut Menkeu Baru, Saham Bank Jumbo Langsung Meroket Usai Reshuffle Kabinet

​Langkah Cerdas Investor Ritel

​Meski imbal hasil deposito Himbara berada di kisaran 2,25% hingga 3,00% per tahun—berada di bawah imbal hasil SBN ritel—instrumen ini tetap punya tempat istimewa dalam portofolio keuangan.

– ​Benteng Dana Darurat: Deposito di bank BUMN menawarkan kepastian penuh tanpa risiko penurunan nilai pokok (capital loss).

– ​Keamanan Terjamin: Perlindungan LPS memastikan dana aman dari guncangan krisis likuiditas domestik maupun global.

– ​Optimasi Tenor Pendek: Bagi nasabah yang menunggu kepastian arah pasar pasca-FOMC September 2026, memilih tenor 3 hingga 6 bulan adalah opsi paling tepat untuk menjaga fleksibilitas likuiditas.(*)

0 Komentar