Bantuan Pangan Diperpanjang, Cara Pemerintah Tahan Guncangan El Nino dan Erupsi

Menko-Perekonomian-Airlangga-Hartarto
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan pers terkait bantuan pangan dan dampak erupsi gunung berapi di Jakarta. Foto: Istimewa Kemenko perekonomian

CIREBONINSIDER.COM — Pemerintah bergerak cepat mengamankan benteng ekonomi nasional dari guncangan ganda: ancaman fenomena iklim El Nino dan gelombang erupsi beruntun di sejumlah daerah. Lewat rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Jakarta, strategi darurat disiapkan untuk menahan kejatuhan daya beli warga sekaligus menyelamatkan rantai pasok logistik.

​Kombinasi cuaca ekstrem dan letusan gunung berapi kini mulai menekan aktivitas ekonomi di tingkat daerah secara signifikan.

​Bantuan Beras Lanjut Sampai Akhir Tahun

​Pemerintah memilih memperkuat jaring pengaman sosial sebagai benteng utama. Program bantuan pangan beras resmi diperpanjang hingga akhir tahun.

Baca Juga:Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Sekolah, Distribusi Makan Bergizi Gratis Diberhentikan SementaraAnak Krakatau Erupsi Hebat: 8 Bandara Lumpuh, Kertajati Jadi Penyelamat Penerbangan

​Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan penyaluran beras bagi keluarga penerima manfaat yang semula dijadwalkan selesai September, kini diteruskan untuk Oktober, November, hingga Desember. Kebijakan ini disiapkan menjadi peredam lonjakan harga pangan di tengah ancaman kekeringan.

​”Arahan Bapak Presiden, program bantuan beras dilanjutkan tiga bulan ke depan. Langkah ini krusial untuk menjaga daya beli dan ketahanan pangan masyarakat,” ujar Airlangga.

​Erupsi Lumpuhkan Logistik Udara

​Saat benteng pangan diperkuat, tekanan berat justru menghantam sektor logistik. Letusan simultan gunung berapi memicu penutupan ruang udara di beberapa wilayah, yang langsung menghentikan penerbangan komersial dan pengangkutan kargo.

​Dampak domino erupsi kini menjalar ke berbagai lini ekonomi:

– ​Aktivitas Pasar Lumpuh: Warga di wilayah terdampak membatasi mobilitas, membuat roda bisnis lokal dan usaha harian melambat drastis.

– ​Jalur Kargo Terputus: Pembatasan moda transportasi udara menahan pasokan logistik penting antarwilayah.

– ​Pasokan Bahan Pokok Terancam: Pemerintah harus mengkaji durasi pembatasan jalur udara agar tidak memicu kelangkaan barang di daerah terisolasi.

​Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara keselamatan warga dan keberlangsungan arus barang.

Baca Juga:Di Ambang El Nino, Indramayu Putar Otak Amankan Harga Pangan dan Keuangan DaerahEl Nino 2026: Ancaman Kemarau Ekstrem Bayangi Indramayu, Stok Beras Nasional Dipertaruhkan

​”Pemerintah memastikan respons di lapangan berjalan presisi. Perlindungan masyarakat adalah prioritas utama, tetapi rantai distribusi logistik juga harus tetap bergerak,” kata Haryo.

​Kini, kecepatan pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi logistik menjadi penentu agar guncangan bencana alam tidak merembet menjadi krisis ekonomi regional.(*)

0 Komentar