​Yen Melesat, Rupiah Ikut Terangkat, Dolar AS Terkapar di Level Terendah

Grafik-Pergerakan-Mata-Uang
Grafik pergerakan mata uang Asia menguat terhadap dolar AS dengan Yen Jepang sebagai pemimpin penguatan market. Foto: Ilustrasi/AI

CIREBONINSIDER.COM — Dolar Amerika Serikat (AS) mendadak terkapar. Tekanan tajam pada greenback pada Selasa pagi (8/9/2026) menjadi angin segar bagi pasar keuangan kawasan regional. Hampir seluruh mata uang Asia memanfaatkan momentum ini untuk merangsek naik ke zona hijau.

​Data Refinitiv mencatat pergerakan impresif: 9 dari 10 mata uang utama Asia berhasil membabat dolar AS. Hanya Ringgit Malaysia yang tergelincir tipis di zona merah.

​Yen Jepang Jadi Motor Penggerak

​Yen Jepang tampil sebagai bintang utama. Melesat dengan lonjakan 0,79 persen ke posisi JPY 153,16 per dolar AS, Yen memimpin reli mata uang Asia sekaligus menjadi pukulan telak bagi Indeks Dolar AS (DXY).

Baca Juga:Pemerintah Siapkan Insentif 'Sakti' untuk Tarik Triliunan Rupiah Dana Dolar RI di Luar Negeri​Keruk Devisa Triliunan Rupiah, Bagaimana Sambal Lokal Menjelma Jadi Mesin Pengeduk Pasar Global?

​Sebab, Yen merupakan bobot vital dalam keranjang DXY. Ketika Yen melonjak, DXY langsung tersungkur 0,41 persen ke level 98,765—level terendah dalam dua pekan terakhir.

​Peta Kekuatan Mata Uang Asia

​Penguatan di kawasan regional dipimpin oleh Yen Jepang yang melesat 0,79 persen ke posisi JPY 153,16 per dolar AS. Won Korea Selatan menyusul di posisi kedua dengan kenaikan 0,52 persen ke KRW 1.337,5 per dolar AS.

Sementara itu, Dong Vietnam dan Peso Filipina kompak menanjak 0,22 persen, masing-masing berada di VND 25.959 dan PHP 62,444 per dolar AS.

​Rupiah Indonesia tak mau ketinggalan. Mata uang Garuda turut menikmati angin segar ini dengan menguat 0,14 persen ke level Rp17.605 per dolar AS.

​Di papan tengah, Dolar Singapura naik 0,13 persen ke SGD 1,264 per dolar AS, disusul Baht Thailand yang menguat 0,12 persen ke THB 32,80 per dolar AS. Dolar Taiwan merayap naik 0,06 persen ke TWD 31,487 per dolar AS, dan Yuan China menguat tipis 0,01 persen ke CNY 6,7103 per dolar AS.

​Hanya Ringgit Malaysia yang tertekan sendirian di kawasan regional. Ringgit tergelincir tipis 0,02 persen ke posisi MYR 4,045 per dolar AS.

​Data Inflasi AS Jadi Penentu Kunci

​Meski dolar AS sedang tertekan, reli mata uang Asia belum sepenuhnya aman. Pasar global kini memasuki fase menanti data krusial dari Washington.

Baca Juga:​Bunga Deposito Bank BUMN ‘Dingin’ saat Pasar Panas, Taktik Amankan Uang dari Badai GlobalMentan Amran: Dolar AS Bisa Rp1.000

​Fokus investor tertuju pada rilis data Producer Price Index (PPI) pada Kamis dan Consumer Price Index (CPI) pada Jumat pekan ini. Kedua data inflasi tersebut menjadi variabel kunci bagi petinggi The Federal Reserve (The Fed) dalam rapat FOMC pada 15-16 September mendatang.

0 Komentar