CIREBONINSIDER.COM – Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu dampak ganda di kawasan Jawa Barat dan sekitarnya. Sebaran abu vulkanik berukuran mikro tidak hanya melumpuhkan moda transportasi udara nasional, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi cepat, Kementerian Perhubungan menetapkan Bandara Internasional Kertajati di Majalengka sebagai benteng utama penerbangan. Di saat bersamaan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi mengalihkan aktivitas belajar mengajar ke moda daring serta mengaktifkan status siaga penuh di sektor kesehatan.
Kertajati Tumpuan Utama Jalur Udara
Sebanyak delapan bandara vital terpaksa dihentikan operasinya akibat paparan abu vulkanik. Fasilitas udara yang terdampak meliputi Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Husein Sastranegara, Budiarto Curug, Pondok Cabe, Taufik Kiemas, hingga Atung Bungsu.
Baca Juga:Gempa Tektonik "Prabowonomics": 28 Izin Korporasi Dicabut, Jutaan Hektare Hutan Kembali ke Pangkuan NegaraPemkot Cirebon Pasang Early Warning System Gempa Bumi, Antisipasi Dini Selamatkan Warga
Di tengah kelumpuhan jalur udara tersebut, Bandara Kertajati dinyatakan aman dan tidak terdampak material abu berdasarkan hasil pengujian paper test.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov Jabar turun langsung ke lapangan guna membantu proses pelayanan penumpang. Penanganan diprioritaskan bagi kelompok rentan, terutama bayi dan lansia, dengan menjamin ketersediaan logistik serta kebutuhan dasar selama berada di area bandara.
Sekolah Daring dan Siaga Layanan Medis
Melalui Surat Edaran Gubernur, Pemprov Jabar memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah secara daring. Langkah darurat ini diambil untuk melindungi para siswa dan tenaga pendidik dari bahaya debu vulkanik. Para kepala sekolah diminta segera menghentikan kegiatan belajar tatap muka serta membatalkan seluruh aktivitas luar ruangan apabila kondisi udara memburuk.
Guna menanggulangi dampak kesehatan massa, jaringan Puskesmas, rumah sakit, dan posko kesehatan di seluruh Jawa Barat diaktifkan penuh. Dinas Kesehatan Jabar dikontrakkan untuk memantau lonjakan kasus gangguan pernapasan (ISPA), iritasi mata, dan gangguan kulit secara harian.
Pasokan perlengkapan medis mendesak seperti tabung oksigen, pulse oximeter, obat-obatan, APD, serta masker standar KN95 dipastikan terdistribusi merata.
Protokol Pembersihan dan Keselamatan Warga
Pengawasan kualitas udara, khususnya parameter partikel mikro PM2,5 dan PM10, terus dilakukan secara berkala oleh Dinas Lingkungan Hidup bersama BMKG dan BPBD.
