CIREBONINSIDER.COM — Istilah “siapa kenal siapa” di birokrasi Kota Cirebon mulai digeser standar baru. Pelantikan 26 pejabat administrator dan pengawas di Lapangan Upacara Setda Kota Cirebon, Senin (7/9/2026), membawa pesan eksplisit: karier ASN tak lagi ditukar dengan kedekatan politik.
Di bawah terik matahari pagi, Wali Kota Cirebon Effendi Edo merombak susunan kabinetnya. Bukan sekadar penyegaran rutin, rotasi ini menjadi uji petik penerapan Sistem Manajemen Talenta (SMT) berbasis meritokrasi secara utuh.
Langkah ini sekaligus membuka tabir lama birokrasi daerah: adanya aparatur yang terjebak di posisi sama hingga puluhan tahun akibat ketiadaan sistem penilaian transparan.
Baca Juga:Tak Hanya Sekda, Ini Daftar Lengkap Pejabat Pemkab Cirebon yang Dirotasi Bupati ImronLengkap, Ini Daftar Pejabat Pemkab Kuningan yang Dirotasi Bupati Dian
Memutus Stagnasi 23 Tahun
Sinyal perubahan tersebut ditegaskan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Cirebon, Suwarso Budi Winarno. Ia membeberkan realitas lapangan terkait ketimpangan karier pegawai yang lama membelenggu.
”Manajemen talenta meminimalisir subjektivitas. Ada pegawai yang sudah 10 tahun, bahkan 23 tahun berada di jabatan yang sama, baru sekarang mendapatkan kesempatan promosi,” ujar Budi.
Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa pola lama manajemen ASN rawan menimbulkan sumbatan karier. Pegawai berkinerja baik kerap kalah bersaing dengan praktik favoritisme.
Melalui skema baru yang wajib diterapkan secara nasional ini, ada tiga filter mutlak yang menentukan nasib seorang ASN:
Pertama, Kompetensi Teruji. Setiap pegawai wajib membuktikan sertifikasi profesional dan kualifikasi pendidikan yang relevan, bukan sekadar ijazah formalitas.
Kedua, Kinerja Terukur. Capaian target program kerja harian maupun tahunan menjadi penentu utama, menghapus penilaian subjektif atas dasar suka atau tidak suka.
Ketiga, Integritas Tanpa Kompromi. Rekam jejak etika dan disiplin aparatur menjadi benteng akhir sebelum seseorang diberi wewenang baru.
Baca Juga:Tutup Celah Mafia Tanah, Effendi Edo Kunci Sistem Digital KPK di CirebonBukan Tempat Numpang Garap Lapak, Effendi Edo 'Veto' Direksi BUMD Cirebon lewat Kontrak Kinerja Ketat!
Bukan Beda-Beda Hadiah, tapi Bagi Beban Kerja
Wali Kota Cirebon Effendi Edo menegaskan, penataan 26 posisi baru ini bukan ajang bagi-bagi porsi kekuasaan jelang dinamika purnabakti sejumlah pejabat senior.
”Kita tidak sedang membagi-bagi kewenangan, melainkan mendistribusikan beban kerja dan tanggung jawab. Jabatan ini bukan untuk main-main,” tegas Effendi Edo di hadapan para pejabat yang dilantik.
