CIREBONINSIDER.COM– Persoalan sampah di wilayah penyangga pesisir Kabupaten Cirebon menuntut penanganan konkret yang melampaui cara-cara lama. Menjawab tantangan lingkungan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 126 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menginisiasi penerapan teknologi tepat guna Rocket Stove di Desa Banjarwangunan, Kecamatan Mundu.
Inovasi ini difokuskan untuk menekan emisi pembakaran limbah domestik sekaligus mengurangi polusi udara mikro di pemukiman warga.
Teknologi Pembakaran Minim Emisi di TPS RW 0 4
Pembangunan Rocket Stove resmi berjalan sejak Rabu (5/8/2026) berlokasi di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) RW 04 Banjarwangunan. Pembakaran terbuka konvensional kerap memicu asap pekat yang mengganggu kesehatan respirasi masyarakat. Berbeda dari metode lama itu, tungku modern ini memanfaatkan ruang pembakaran bersirkulasi udara tertutup.
Baca Juga:Bandung Raya Lepas dari Bayang-bayang Kiamat Sampah, Legok Nangka Mulai Disulap Jadi Listrik Hijau!Gempur Puluhan Ton Sampah Pasar Minggu Palimanan, DLH Cirebon Bidik Solusi Pakan Maggot BSF
Prinsip aliran udara bertekanan tersebut membuat suhu di dalam tungku meningkat drastis. Hasilnya, material sampah kering terbakar habis secara optimal dengan sisa emisi asap yang sangat minim.
”Kami merancang tungku ini sebagai solusi pengolahan sampah yang praktis, efisien, murah, sekaligus hemat bahan bakar,” tegas Ketua Kelompok KKN 126 UIN Siber Cirebon, Rifki Nur Majid.
Fasilitas pengolahan ini ditargetkan tuntas dalam dua hari sebelum diserahterimakan kepada Pemerintah Desa Banjarwangunan serta instansi teknis terkait di Kabupaten Cirebon.
Integrasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Isu Daerah
Secara geografis, Kecamatan Mundu berada dekat dengan garis pantai dan mengalami pertumbuhan pemukiman yang amat pesat. Laju produksi sampah harian yang tidak terkelola dengan baik berisiko menyumbat saluran air hingga memicu masalah sanitasi lingkungan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Hj. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa aplikasi riset dan ilmu pengetahuan dari kampus wajib memberikan dampak langsung di tengah masyarakat.
”Inovasi yang baik tidak harus rumit, melainkan tepat guna dan terukur. Rocket Stove hadir bukan sekadar sarana membuang limbah, melainkan instrumen edukasi agar warga beralih ke pola pengolahan sampah yang lebih bertanggung jawab,” ungkap Rina.
Sinergi Gotong Royong Wujudkan Target SDGs
Proses pembuatan infrastruktur lingkungan ini melibatkan partisipasi aktif pengurus RW 04, perangkat Desa Banjarwangunan, dan warga setempat. Transfer teknologi sederhana ini sengaja dirancang ringkas agar mudah dirawat dan direplikasi secara mandiri oleh masyarakat tanpa beban biaya operasional yang tinggi.
