Belum Lulus Sudah Dikontrak, 125 Lulusan BLK Cirebon Langsung Diserbu Industri, Sektor Ini Paling Laris!

Bupati-Cirebon-Imron
Bupati Cirebon Imron membuka Pelatihan Kerja berbasis Kompetensi di UPTD BLK Plumbon Cirebon. Foto: Istimewa/ Doc Pemkab Cirebon

​CIREBONINSIDER.COM — Peta persaingan dunia kerja di Kabupaten Cirebon berubah drastis. Pasar industri kini tak lagi sekadar berburu selembar ijazah formal, melainkan mengejar keahlian riil dan bukti sertifikasi kompetensi.

​Fenomena menarik ini pecah di Aula UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Plumbon, Rabu (29/7/2026). Sebanyak 125 dari total 144 peserta pelatihan kerja berbasis klaster kompetensi sudah mengantongi kontrak kerja dari berbagai perusahaan mitra. Padahal, masa pelatihan mereka belum sepenuhnya usai.

​Tingkat penyerapan instan yang menembus 86 persen ini menjadi sinyal kuat: industri tak lagi menunggu pencari kerja melamar, melainkan langsung “menjemput bola” ke pusat pelatihan.

Baca Juga:Kawasan Rebana Dikepung Industri, Nasib Lumbung Padi Cirebon Dipertaruhkan di ATR/BPNDilema Gas Industri Jawa: Jurus 'Mini LNG' Tuban Pangkas Impor dan Amankan Pasokan Pabrik

​Menjahit hingga Digital Marketing: Merespons Kebutuhan Pasar Industri

​Bupati Cirebon, Imron, menegaskan langkah ini sebagai strategi memotong sumbatan antara tingginya angka pengangguran dan derasnya kran investasi daerah.

​”Kami ingin memastikan masyarakat Cirebon tidak hanya memegang ijazah formal. Mereka harus memegang keahlian teruji dan sertifikasi kompetensi resmi,” tegas Imron.

​Langkah strategis ini dirancang untuk menciptakan ekosistem paralel. Kemudahan izin investasi yang dibuka Pemkab Cirebon diimbangi pasokan Tenaga Kerja Lokal (TKL) yang siap pakai—tanpa perlu masa training panjang dari perusahaan.

​Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto, mengungkapkan kunci sukses tingginya penyerapan ini ada pada formulasi link and match. Jenis pelatihan tidak disusun berdasarkan asumsi, melainkan permintaan riil lowongan kerja yang masuk ke Disnaker.

​Saat ini, kualifikasi dengan permintaan tertinggi di Kabupaten Cirebon didominasi subkejuruan menjahit—seiring meluasnya kawasan industri manufaktur tekstil dan pakaian jadi di wilayah Cirebon Timur.

​Selain menjahit, Disnaker juga membuka kejuruan strategis lainnya:

– ​Las Industri & Las Kemandirian: Menyasar sektor manufaktur heavy industry dan wirausaha perbengkelan.

– ​Digital Marketing: Menjawab kebutuhan transformasi digital UMKM dan korporasi.

– ​Magang Wirausaha: Program dua tahunan yang memadukan keahlian manajerial dengan pendampingan langsung dari pelaku usaha.

Baca Juga:Stafsus Menteri Kebudayaan Perkuat Ekosistem Sastra Indonesia dari Komunitas hingga Industri Perbukuan DuniaGunung Limbah Kerang Kepung Pesisir Utara Cirebon: Gunung Jati hingga Kapetakan Nantikan Solusi Industri

​Mengapa Sertifikasi Jadi Kunci Utama?

​Fenomena membludaknya penyerapan tenaga kerja di BLK Plumbon merefleksikan tren baru pasar kerja Jawa Barat. Gelombang investasi manufaktur yang bergeser ke kawasan Rebana menuntut ketersediaan tenaga kerja terampil yang siap pakai (plug and play).

0 Komentar