Gunung Limbah Kerang Kepung Pesisir Utara Cirebon: Gunung Jati hingga Kapetakan Nantikan Solusi Industri

Limbah-Cangkak-Kerang-Hijau
Pemandangan tumpukan limbah cangkang kerang hijau yang meluber ke bahu jalan di wilayah pesisir utara Kabupaten Cirebon. Foto: Ilustrasi/AI

​CIREBONINSIDER.COM — Di balik predikatnya sebagai salah satu produsen kerang hijau terbesar di Jawa Barat, Kabupaten Cirebon kini menyimpan “bom waktu” ekologis yang mencapai titik kritis.

Krisis limbah cangkang kerang tidak lagi hanya menjadi persoalan lokal di satu desa, melainkan telah mengepung wilayah pesisir utara mulai dari Kecamatan Gunung Jati, Suranenggala, hingga Kapetakan.

​Menanggapi jeritan warga pesisir atas gunung cangkang yang telah menahun, Pemerintah Kabupaten Cirebon mulai mematangkan strategi transformasi limbah menjadi komoditas ekonomi sirkular yang bernilai tinggi.

Baca Juga:Aturan Baru BGN Terbit: Program Makan Bergizi Kini Wajib Nol Limbah dan Bebas CemaranDarurat Indramayu: Makom Albab Desak Bupati Lucky Hakim Sikat Habis Sindikat Miras dan Benahi Sampah

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan kajian teknis lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengonversi limbah cangkang kerang menjadi produk industri, mulai dari material konstruksi hingga sektor peternakan.

Darurat Pesisir: Krisis Lintas Kecamatan

Kondisi di lapangan menunjukkan urgensi yang tak bisa ditawar. Jika sebelumnya sorotan tertuju pada Desa Mertasinga (Kecamatan Gunung Jati), fakta di lapangan menunjukkan tumpukan serupa juga menjadi persoalan pelik di sepanjang pesisir Kecamatan Suranenggala dan Kapetakan.

Di Desa Mertasinga sendiri, monumen limbah tersebut dilaporkan telah menggunung selama lebih dari lima tahun.

“Panjang tumpukan limbah ini sudah mencapai satu kilometer dengan ketebalan rata-rata empat meter,” ujar Waliman, warga setempat yang terdampak langsung.

Residu ini tidak hanya mempersempit akses transportasi antar-desa di tiga kecamatan tersebut, tetapi juga memicu polusi bau menyengat yang mengganggu kesehatan masyarakat, terutama saat memasuki musim penghujan.

Inovasi Agregat: Paving Block dan Pakan Ternak

​Pemkab Cirebon memetakan dua jalur solusi untuk mengatasi tumpukan di Gunung Jati, Suranenggala, dan Kapetakan:

– ​Jalur Taktis (Jangka Pendek): Limbah akan dimobilisasi secara masif ke TPA Gunung Santri dan Kubangdeleg. Selain itu, limbah akan digiling untuk dijadikan material uruk pemadatan jalan desa dan tambak kosong.

Baca Juga:Prabowo Perintahkan Kampus Turun Tangan, Sampah Kelurahan Kini Diolah Jadi Bahan BangunanAbad Kedua NU: Kiai Aziz Hakim Serukan ‘Jihad Baru’ Lawan Sampah dan Krisis Moral di Cirebon

– ​Jalur Industri (Jangka Panjang): Struktur kalsium karbonat pada cangkang kerang hijau yang kokoh memiliki potensi besar sebagai bahan baku alternatif paving block.

“Kajian kami mengarah pada penggunaan limbah sebagai agregat konstruksi yang ramah lingkungan,” jelas Agus Kurniawan Budiman.

0 Komentar