Mekanismenya bekerja secara presisi: Disnaker mengurasi kebutuhan spesifik industri, mengalokasikannya ke dalam kurikulum BLK, lalu menguncinya dengan ujian sertifikasi resmi.
Hasilnya, rantai rekrutmen menjadi sangat ringkas. Melalui sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) atau lembaga terakreditasi, calon pekerja lokal memegang posisi tawar (bargaining power) yang jauh lebih kuat—baik dalam kepastian karir maupun standar pengupahan.
Langkah ini sekaligus menjadi filter strategis agar warga lokal tidak sekadar menjadi penonton di rumah sendiri di tengah masifnya arus investasi yang masuk ke Kabupaten Cirebon.(*)
