CIREBONINSIDER.COM – Pembangunan mega proyek Kawasan Rebana di Jawa Barat menyimpan ancaman senyap. Bukan karena kekurangan modal atau infrastruktur, melainkan krisis sumber daya manusia (SDM) di tanah sendiri.
Di balik gempuran investasi yang masuk, Kabupaten Cirebon menyimpan luka lama. Ratusan anak mendadak “gugur” sebelum menuntaskan wajib belajar.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon membeberkan realita pahit. Terdapat 19 anak putus sekolah di tingkat SMP. Angka ini melonjak tajam di jenjang SMA dan sederajat, di mana 312 anak dipastikan tidak melanjutkan pendidikan. Total 331 anak kini terancam kehilangan masa depan.
Baca Juga:Pemkot Cirebon dan DPRD Sepakati KUA-PPAS 2026 Kawasan Rebana Dikepung Industri, Nasib Lumbung Padi Cirebon Dipertaruhkan di ATR/BPN
Fenomena ini menjadi sorotan panas dalam rapat kerja Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) TA 2027 antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Disdik Kabupaten Cirebon, Kamis (23/7/2026).
Cegah Warga Lokal Hanya Jadi ‘Penonton’
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menegaskan bahwa ratusan anak tersebut bukanlah sekadar deretan angka statistik di atas kertas. Ini adalah alarm bahaya bagi masa depan daerah.
“Permasalahan anak tidak melanjutkan sekolah tidak bisa dipandang sebagai angka semata. Di balik data itu ada tantangan nyata. Kita butuh kolaborasi dari desa hingga dinas,” tegas Sophi.
Sophi menggarisbawahi posisi vital Kabupaten Cirebon sebagai jantung Kawasan Rebana—pusat pertumbuhan ekonomi baru paling ambisius di Jawa Barat.
Infrastruktur megah dan kucuran investasi triliunan rupiah akan menjadi sia-sia jika SDM lokal tak mampu bersaing.
“Pengembangan Kawasan Rebana adalah peluang besar. Tapi tanpa peningkatan kualitas SDM, warga kita hanya akan jadi penonton di rumah sendiri. Pendidikan adalah kuncinya,” tambah Sophi.
Disdik Rancang Intervensi Presisi
Menjawab desakan tajam dari Banggar DPRD, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, Ronianto, memastikan pihaknya tidak tinggal diam.
Baca Juga:Cirebon-Yangjiang Perkuat Sister City: Fokus Hilirisasi Perikanan dan Pertanian di Kawasan RebanaWarisan Putri Ong Tien Berlanjut, Cirebon Gandeng Tiongkok Sulap Kawasan Rebana Jadi Pusat Ekonomi Biru
Disdik Cirebon merancang langkah taktis dari hilir ke hulu. Tim gabungan diturunkan untuk menyisir data lapangan hingga tingkat kecamatan dan desa. Langkah ini diambil untuk mendampingi secara langsung anak-anak yang berada di garis merah kemiskinan dan rentan dropout.
Selanjutnya, program re-atribusi pendidikan dijalankan. Anak-anak yang sempat terputus jalurnya dipastikan kembali mendapatkan akses belajar, baik melalui jalur sekolah formal maupun pendidikan non-formal.
