CIREBONINSIDER.COM — Kota Cirebon resmi memenangkan kepercayaan besar. Kota Para Wali ini ditunjuk sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Komisariat Wilayah (Rakorkomwil) III APEKSI Tahun 2027.
Keputusan strategis tersebut diketok dalam forum Rakorkomwil III APEKSI yang berlangsung di Salatiga, Jawa Tengah, Kamis (23/7/2026).
Penunjukan ini tidak sekadar rotasi giliran acara seremonial. Cirebon kini memegang tongkat komando untuk memimpin konsolidasi puluhan kota se-Jawa dalam merespons ancaman krisis iklim dan keterbatasan anggaran daerah.
Baca Juga:Hadiri Rembug Fiskal APEKSI, Wali Kota Cirebon Dorong Inovasi Pendapatan Asli DaerahICP Juni 2026 Anjlok US$22: Angin Segar Subsidi APBN atau Sinyal Lesu Ekonomi Global?
Misi Krisis Iklim dan Reformasi Fiskal
Ketua Komwil III APEKSI sekaligus Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya arah baru ini. Menurutnya, forum APEKSI bukan lagi ruang rapat biasa, melainkan panggung kolaborasi nyata.
Melalui semangat harmoni dan penguatan kapasitas, APEKSI mendorong langkah terukur untuk menyelesaikan masalah akut kota-kota modern. Isu perubahan iklim yang kian ekstrem, efisiensi anggaran melalui reformasi fiskal, hingga penyerapan gagasan anak muda menjadi agenda utama yang wajib dieksekusi.
Respons Cirebon: Menjawab Tantangan Pesisir
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menyambut amanah ini sebagai momentum emas sekaligus pertaruhan reputasi daerah. Hadir mendampingi di Salatiga, Sekretaris Daerah Iing Daiman beserta jajaran pimpinan perangkat daerah.
Bagi Effendi Edo, status Cirebon sebagai kota pesisir menjadikan isu perubahan iklim sangat personal dan mendesak. Ancaman rob dan cuaca ekstrem membutuhkan formulasi kebijakan yang tidak bisa lagi ditunda.
Pemerintah daerah dituntut membangun resiliensi infrastruktur dan adaptasi lingkungan yang jauh lebih sigap.
Tiga Langkah Strategis Menuju 2027
Menghadapi agenda besar ini, Pemkot Cirebon mengunci tiga fokus utama. Pertama, pembenahan internal dengan mendorong birokrasi ASN yang adaptif, cepat, dan lepas dari pola kerja kaku.
Kedua, optimalisasi pengelolaan fiskal secara cermat. Sinergi anggaran antara pemerintah daerah dan pusat akan diperketat agar program pembangunan tetap berdampak langsung ke masyarakat di tengah pengetatan anggaran.
Baca Juga:Investasi Demokrasi: Curi Start sejak 2026, Bawaslu Kota Cirebon Gembleng Gen Z Jadi 'Benteng' Pemilu 2029Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Ambil Alih Kemudi Bank Sentral
Ketiga, membuka keran gagasan seluas-luasnya bagi generasi muda. Kreativitas anak muda dinilai menjadi kunci lahirnya inovasi tata kota yang segar dan solutif.
Panggung Diplomasi Ekonomi dan Pariwisata
Gelaran APEKSI 2027 dipastikan membawa efek domino bagi perekonomian lokal. Kedatangan ratusan delegasi kepala daerah, pejabat, dan awak media dari berbagai kota akan menggerakkan ekosistem perhotelan, UMKM, hingga seni budaya Cirebon.
