CIREBONINSIDER.COM — Hard Rock Stadium, Miami, bergetar hebat. Hujan 10 gol pecah dalam drama paling gila sepanjang sejarah perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Inggris mengandaskan Prancis 6-4 dalam laga yang tidak hanya memecahkan rekor dunia berusia setengah abad, tetapi juga memperlihatkan sisi humanisme tertinggi di balik panggung megah sepak bola.
Pembantaian Cepat dan Kebangkitan yang Gagal
Inggris tampil mengamuk tanpa ampun pada babak pertama. Pasukan Thomas Tuchel langsung menggilas Prancis 4-0 lewat eksekusi kilat Declan Rice, Ezri Konsa, dan dua gol Bukayo Saka. Lapangan Miami berubah menjadi panggung mimpi buruk bagi Les Bleus.
Namun, Prancis menolak mati lebih cepat. Di babak kedua, Kylian Mbappé dan Bradley Barcola mengamuk balik, memangkas jarak secara mengerikan menjadi 3-4 hanya dalam tempo 21 menit. Tensi memuncak. Stadion tegang.
Baca Juga:Lolos dari Sihir Dibu Martinez, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 lewat Gol Dramatis Ferran Torres!Tangis New York dan Akhir Era Argentina, Rekor Pahit Messi hingga Sinyal Scaloni Lempar Handuk
Asa Prancis akhirnya dipadamkan secara dingin. Penalti Bukayo Saka—yang melengkapi catatan hattrick-nya—serta gol telak Jude Bellingham di masa injury time mengunci kemenangan 6-4 untuk Inggris. Hasil ini memastikan pencapaian terbaik The Three Lions di Piala Dunia sejak 1966.
Medali ‘Spesial’ dan Simbol Respektabilitas Jason Steele
Di balik riuk tepuk tangan dan papan skor, momen paling bernyawa lahir saat penyerahan medali perunggu. Kapten Harry Kane dan Jordan Henderson secara mendadak menarik seorang pria berusia 35 tahun naik ke podium.
Pria itu adalah Jason Steele. Posisinya unik: ia bukan bagian dari 26 pemain resmi Inggris. Kiper senior Brighton tersebut diboyong Thomas Tuchel murni sebagai training goalkeeper tanpa hak mendaftar di skuad resmi. ”Kami memilih tiga kiper resmi ditambah Jason Steele. Dedikasi dan kerja kerasnya luar biasa sepanjang turnamen,” puji Thomas Tuchel.
Kane dan Henderson secara simbolis mengalungkan medali kepada Steele sebelum sesi foto bersama. Sebuah respek tak ternilai yang membuktikan bahwa chemistry dan ikatan emosional ruang ganti Inggris berada pada level tertinggi.
Ledakan Rekor Baru: Dari Pelé Hingga Mbappé
Bukan sekadar perunggu, laga ini meruntuhkan sederet sejarah besar yang bertahan puluhan tahun:
