CIREBONINSIDER.COM – Spanyol sah menjadi penguasa baru sepak bola jagat raya. Lewat drama extra time yang menguras emosi, La Furia Roja sukses menumbangkan Argentina 1-0 pada laga final Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium (Stadion MetLife), Senin (20/7/2026) dini hari WIB.
Gol tunggal Ferran Torres pada menit ke-106 menjadi pembeda. Spanyol tidak hanya membawa pulang trofi berlapis emas tersebut untuk kedua kalinya dalam sejarah, tetapi juga menyamai rekor emas 16 tahun silam: mengawinkan gelar Euro 2024 dan Piala Dunia 2026 dalam satu periode emas.
Dibu Martinez: Tembok Tebal yang Nyaris Mustahil Ditembus
Jika ada alasan mengapa Argentina bisa bertahan hingga menit ke-105 tanpa kebobolan, namanya adalah Emiliano ‘Dibu’ Martinez. Kiper Albiceleste ini tampil kesetanan di bawah mistar.
Baca Juga:Retaknya Topeng Gladiator: Air Mata Ronaldo hingga Bellingham Ungkap Sisi Manusiawi di Piala Dunia 2026Takdir di MetLife: Spanyol Bawa Rekor 37 Laga Unbeaten, Argentina Siap Pertahankan Mahkota
Spanyol mendikte permainan secara total. Hingga babak kedua berakhir, La Furia Roja menghujani gawang Argentina dengan delapan tembakan tepat sasaran (shots on target). Mulai dari tusukan Alex Baena, sundulan Ferran Torres, hingga peluang emas Dani Olmo dan Nico Williams. Semua mentah di tangan Dibu.
”Penyelamatan-penyelamatan gemilang dari Dibu menggagalkan kami untuk menang lebih awal. Laga ini seharusnya bisa kami selesaikan lebih cepat,” ujar pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, usai laga.
Drama Kartu Merah Enzo Fernandez & Badai Cedera Argentina
Strategi pressing tinggi dan permainan fisik agresif yang diterapkan Lionel Scaloni berjalan efektif, namun harus dibayar sangat mahal. Argentina kehilangan dua pilar utama pertahanan mereka, Cristian Romero dan Lisandro Martinez, akibat cedera di tengah laga.
Ketegangan memuncak di masa injury time babak kedua. Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua setelah melanggar bek muda Spanyol, Pau Cubarsi. Bermain dengan 10 orang sejak awal extra time, Argentina dipaksa ‘parkir bus’ total di lini pertahanan sendiri.
Menit ke-106: Sihir Ferran Torres Pecahkan Kebuntuan
Kebuntuan Spanyol setelah melepaskan lebih dari 10 tembakan tepat sasaran akhirnya pecah di awal babak kedua extra time.
Skenario gol tercipta lewat skema serangan rapi. Umpan lambung akurat dikirim ke tiang jauh menuju Williams. Dengan cerdik, Williams memantulkan bola lewat sundulan ke arah tengah. Ferran Torres yang berlari dari lini kedua langsung menyambar bola dengan sepakan kaki kiri keras yang menghujam deras jala Argentina.
