Dedikasi untuk Wisatawan dan Penggerak Ekonomi Daerah
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan. Di hadapan para delegasi dari berbagai negara, Iendra memaparkan strategi jitu Jabar dalam merajai sektor wisata ramah Muslim global.
”Saya menyampaikan terima kasih kepada para pelaku bisnis pariwisata di Jawa Barat atas dukungannya. Terima kasih juga saya sampaikan kepada rakyat Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat, serta Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, dan tentu saja CrescentRating,” tutur Iendra dalam sambutannya di Singapura.
Iendra menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari kerja keras kolektif (pentahelix) yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, hingga media.
Baca Juga:Dobrak Sekat Perbatasan, Mal UKM Cirebon Disulap Jadi ‘Hub’ Raksasa 10 Daerah Jabar-JatengParadoks Hari Jadi Cirebon Ke-599, Pemprov Jabar Minta Pemkot Kejar Pemerataan Gini Ratio
”Penghargaan ini didedikasikan untuk semua wisatawan yang datang ke Jawa Barat. Penghargaan ini juga sekaligus untuk memotivasi peningkatan dan pengembangan pariwisata Muslim di Jawa Barat, dan tentu saja untuk mendukung penilaian tingkat nasional. Silakan datang ke Provinsi Jawa Barat. Terima kasih banyak,” tambahnya optimis.
Dampak Nyata: Magnet Wisatawan Mancanegara dan Kebangkitan UMKM
Predikat Most Promising ini bukan sekadar piala seremonial. Bagi perekonomian Jawa Barat, pengakuan internasional ini membawa dampak domino yang sangat strategis:
– Mendongkrak Kepercayaan Global: Menjadi jaminan mutu bagi wisatawan Muslim mancanegara—khususnya dari kawasan Timur Tengah, Malaysia, dan Singapura—untuk menjadikan Jabar sebagai tujuan liburan utama mereka.
– Stimulus Ekonomi Lokal: Lonjakan kunjungan dipastikan akan membuka peluang pasar yang jauh lebih masif bagi ekosistem perhotelan, restoran, pemandu wisata, hingga pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal.
– Akselerasi Wilayah Potensial: Prestasi ini menjadi momentum penting untuk meratakan standar layanan wisata ramah Muslim ke wilayah potensial lainnya, seperti kawasan sejarah Islam di Cirebon Raya hingga eksotisme alam Jabar Selatan.
Dengan reputasi baru ini, Jawa Barat kini tidak hanya memperkuat posisinya sebagai destinasi unggulan di Indonesia, tetapi resmi melangkah sebagai salah satu kiblat wisata ramah Muslim di dunia.(*)
