Effendi Edo menyatakan bahwa sebagai pemangku kebijakan, pemerintah daerah menyadari sepenuhnya bahwa regulasi publik yang presisi tidak boleh lagi lahir dari ruang hampa atau sekadar tebakan kasat mata. Formula kebijakan yang unggul wajib bertumpu pada landasan kuat kebijakan berbasis data (data-driven policy) yang valid dan akuntabel.
Pemetaan terstruktur dari Sensus Ekonomi 2026 ini dipastikan akan langsung diintegrasikan secara taktis ke dalam tiga program strategis daerah:
– Pertama, akselerasi nilai investasi daerah, di mana data sensus akan digunakan untuk memetakan titik-titik pertumbuhan baru guna mempermudah masuknya investor.
Baca Juga:Manipulasi Data Sensus Ekonomi 2026 Jadi Bom Waktu, DPR Sentil BPS Solo soal Nasib Kaum DhuafaTips Atasi GALAT Login Akun Sobat BPS, untuk Daftar Petugas Sensus Ekonomi 2026
– Kedua, lompatan kelas pelaku UMKM melalui kepastian klasterisasi bantuan modal serta pelatihan yang disesuaikan secara riil dengan kebutuhan di lapangan.
– Ketiga, sinkronisasi pembangunan infrastruktur penunjang kota agar jalur distribusi logistik selaras dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi tersibuk.
Tepis Kekhawatiran Pelaku Usaha Soal Rahasia Data
Salah satu tantangan paling klasik yang kerap membayangi petugas sensus di lapangan adalah adanya resistensi serta kecurigaan dari para pelaku usaha. Banyak di antaranya yang merasa enggan membuka pembukuan internal mereka karena khawatir data omset bisnis akan bocor atau disalahgunakan untuk instrumen penalti perpajakan daerah.
Menanggapi isu sensitif tersebut, Pemerintah Kota Cirebon secara tegas memberikan garansi perlindungan hukum yang mutlak bagi seluruh responden. Kerahasiaan data yang diberikan oleh masyarakat dan dunia usaha dilindungi sepenuhnya oleh undang-undang, serta dijamin tidak akan pernah digunakan di luar kepentingan perencanaan pembangunan nasional dan daerah.
Sebanyak 232 petugas lapangan yang terlatih kini telah mulai bergerak menyisir dari pintu ke pintu. Keberhasilan pengumpulan data bisnis ini akan menjadi penentu krusial apakah Kota Cirebon mampu melompat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat, atau sekadar menjadi penonton di tengah sengitnya persaingan wilayah.(*)
