Balongan Jadi Kiblat Petrokimia Nasional, Sanggupkah Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal Indramayu? 

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim (kedua dari kiri) saat menghadiri peluncuran pekerjaan EPC Proyek Polypropylene Plant Balongan di Indramayu. Foto Istimewa/Doc Pemkab Indramayu

​”Hadirnya investasi dan industri seperti ini, kami berharap semakin banyak kesempatan kerja tersedia di daerah. Saya juga berharap seluruh pihak terus menjaga komitmen dan komunikasi baik agar proyek berjalan lancar serta memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Lucky Hakim.

​Pemerintah Kabupaten Indramayu membidik adanya transfer pengetahuan (transfer of knowledge) dan keterampilan terapan. Harapannya, SDM lokal mampu bersaing mengisi posisi-posisi strategis di dalam proyek, bukan hanya mentok di sektor pekerja kasar atau pengamanan.

​Target Tinggi Konsorsium Global

​Keandalan proyek ini diperkuat oleh keterlibatan raksasa infrastruktur energi asal China, Wuhuan Engineering Co., Ltd. Rekam jejak mereka di level internasional diharapkan mampu mempercepat fase konstruksi tanpa mengorbankan aspek keselamatan kerja (safety) dan lingkungan.

Baca Juga:Akses Logistik Tani Sliyeg Diperbaiki, Bupati Lucky Hakim Kucurkan Rp3,3 M Nyalakan Ekonomi Warga IndramayuBukan cuma Kejar Megah, Lucky Hakim Soroti Dua Aspek Krusial Ini di Proyek Sekolah Rakyat Indramayu

​Project Manager Wuhuan Engineering, Xue Jin Yong, menyatakan optimismenya bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan pabrik dengan efisiensi biaya perawatan yang tinggi dan standar operasional yang andal. Pabrik baru ini ditargetkan selesai tepat waktu dengan standar kualitas tertinggi di kelasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Presiden Direktur PT Polytama Propindo, Permono Avianto, menambahkan bahwa kepercayaan untuk menjalankan proyek strategis ini didasari atas komitmen kuat untuk menciptakan efek berganda (multiplier effect).

Dengan bertambahnya kapasitas pabrik, ekonomi daerah akan bergerak, industri kecil menengah (IKM) berbasis plastik akan tumbuh, dan ketergantungan terhadap rantai pasok global bisa perlahan dikurangi.

​Melalui Kick-Off EPC ini, Balongan tidak lagi sekadar menjadi kawasan kilang minyak biasa, melainkan bertransformasi menjadi jantung baru kemandirian industri petrokimia Indonesia.(*)

0 Komentar