CIREBONISIDER.COM — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, menggelar kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan bersama para seniman dan budayawan dari Kota dan Kabupaten Cirebon. Kegiatan yang berlangsung di Desa Wanasaba Kidul, Kecamatan Talun pada Minggu, 7 Juni 2026 itu diikuti sebanyak 50 peserta.
Para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri atas pelaku seni, budayawan, sejarawan, perajin, pengelola komunitas budaya. Selain itu, hadir pula pegiat pelestarian tradisi yang selama ini berkiprah dalam pengembangan kebudayaan Cirebon.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan sektor kebudayaan. Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah persoalan dan potensi strategis yang memerlukan perhatian lebih serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.
Baca Juga:Krisis Pemuda Tani di Kapetakan, Asyrof Abdik Desak Formulasi Baru Pemprov JabarRevitalisasi Situs Buyut Selawe Mandek, Anggota DPRD Jabar Asyrof Abdik Dorong Sinergi Lintas Desa
Salah satu isu yang mengemuka adalah kondisi kerajinan lukis kaca Cirebon yang merupakan warisan budaya dengan nilai artistik dan historis yang tinggi. Para pelaku seni lukis kaca mengungkapkan perlunya dukungan pemerintah dalam bentuk penguatan regenerasi perajin, perluasan akses pasar, promosi yang lebih masif, serta pendampingan usaha agar kerajinan khas Cirebon tersebut mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan zaman.
Selain itu, peserta juga menyoroti potensi besar gastronomi Cirebon sebagai salah satu kekuatan budaya daerah. Kekayaan kuliner Cirebon dipandang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perdagangan, politik pangan, perjumpaan berbagai etnis, dan dinamika kehidupan masyarakat pesisir yang telah berlangsung selama berabad-abad.
Dalam diskusi, muncul pandangan bahwa gastronomi perlu diposisikan sebagai warisan budaya yang hidup. Sebab gastronomi memang mencakup pengetahuan, sejarah, tradisi, serta praktik sosial masyarakat di balik setiap makanan. Karena itu, diperlukan upaya dokumentasi, riset, edukasi, dan promosi yang lebih terintegrasi agar kekayaan gastronomi Cirebon dapat dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.
George Edwin Sugiharto menyampaikan bahwa berbagai masukan yang disampaikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan penting dalam pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD. Menurutnya, pembangunan daerah perlu memberi ruang yang memadai bagi kebudayaan sebagai sumber identitas, kreativitas, dan kesejahteraan masyarakat.
