Kota Cirebon Darurat Keselamatan: 40% Armada Damkar Rusak, Petugas Dipaksa Menantang Maut Tanpa APD Layak

DPRD-Kota-Cirebon-Sidak-Damkar
Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon melakukan sidak sarana prasarana dan armada pemadam kebakaran di kantor DPKP Kota Cirebon yang mengalami kerusakan berat. Foto Humas DPRD Kota Cirebon

CIREBONINSIDER.COM – Di balik aksi heroik petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon menaklukkan amukan si jago merah hingga mengevakuasi hewan liar, tersimpan fakta miris yang mengancam keselamatan para personel.

Saat ini, performa lini penyelamatan Kota Udang sedang dalam kondisi kritis akibat keterbatasan fasilitas. Dari 10 armada pemadam yang dimiliki, hampir separuhnya—atau sekitar 4 unit—dalam kondisi mogok dan rusak dimakan usia.

​Kondisi memprihatinkan ini terungkap dalam inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi I DPRD Kota Cirebon ke Kantor DPKP Kota Cirebon, Senin (25/5/2026).

Baca Juga:Idul Adha 2026 di Depan Mata, Ketua DPRD Kota Cirebon Warning TPID: Jangan cuma Rapat Seremonial!Bukan Formalitas, Wali Kota Effendi Edo Jadikan Catatan DPRD Kompas Reformasi Birokrasi Cirebon

Legislator mendapati fakta bahwa sarana prasarana penunjang yang ada di lapangan sudah jauh dari kata layak untuk ukuran daerah yang sedang berkembang pesat.

​Hanya 6 Armada yang Layak Jalan untuk Satu Kota

​Kepala DPKP Kota Cirebon, Andi Riskiyanto, blak-blakan mengenai minimnya amunisi yang dimiliki jajarannya. Untuk mencakup seluruh wilayah pelayanan Kota Cirebon, idealnya fasilitas penyelamatan diperbarui secara total. Namun realitanya, DPKP dipaksa ‘berperang’ menantang maut dengan alat seadanya.

​”Kebakaran itu tidak bisa diprediksi. Kalau kendaraan tidak maksimal, tentu taruhannya adalah risiko terhadap kecepatan pelayanan (respons time) dan keselamatan petugas kami di lapangan,” ujar Andi dengan nada getir.

​Bukan hanya armada yang lumpuh, Alat Pelindung Diri (APD) untuk para personel pun sangat memprihatinkan.

Saat ini, DPKP baru memiliki belasan APD, dan mayoritas sudah tidak layak pakai. Padahal, standar baku keselamatan internasional mewajibkan prinsip one-man-one-APD (satu petugas memiliki satu set APD utuh yang melekat pada dirinya).

​Secara kalkulasi riil di lapangan, Andi menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk melakukan upgrade fasilitas, peremajaan armada, dan pemenuhan standar keselamatan ini menyentuh angka Rp12 milar.

​Ancaman Nyata El Nino 2026 dan Blind Spot Wilayah Utara

​Sidak Komisi I ini menemukan dua titik buta (blind spot) krusial yang bisa menjadi bom waktu bagi manajemen bencana di Kota Cirebon jika tidak segera ditangani:

Baca Juga:Sengkarut Data Kemiskinan Kota Cirebon: DPRD Desak Muskel Digelar Bulanan, Bukan Setahun SekaliGedung Disnaker Kota Cirebon Ambruk: DPRD Desak Perbaikan Cepat, Bongkar Teka-teki Aset dan Opsi Dana BTT!

– Ancaman El Nino 2026: Anggota Komisi I DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya, mengingatkan bahwa berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tahun ini Indonesia menghadapi siklus El Nino yang memicu kekeringan ekstrem. Potensi kebakaran lahan kosong dan pemukiman padat diproyeksikan melonjak tajam, sehingga penguatan SDM dan langkah mitigasi wajib dipercepat.

0 Komentar