CIREBONINSIDER.COM — Puluhan meter alas sederhana membentang di atas hamparan beton segar Desa Temiyang, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Dari kalangan sepuh hingga anak-anak, warga Blok Rancawas duduk sejajar, menyantap makanan bersama di jalur yang selama belasan tahun mengisolasi aktivitas harian mereka.
Aksi makan bersama di atas jalan anyar ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah ekspresi kelegaan mendalam warga setelah akses utama desa sepanjang 3 kilometer tersebut akhirnya bebas dari predikat jalan rusak berat.
Sebelum disentuh perbaikan, jalan kabupaten di Blok Rancawas kerap digambarkan tak ubahnya kubangan kerbau saat musim hujan tiba. Jalur ini merupakan urat nadi vital yang menghubungkan Blok Pejaten menuju Balai Desa Temiyang.
Baca Juga:Tancap Gas! Pemkab Cirebon Kucurkan Anggaran Betonisasi 23 Ruas Jalan, Cek Jalur AndaBetonisasi Jalan Cirebon Timur Digenjot, Anggaran 2026 Melonjak ke Rp208 M
Kerusakan parah di masa lalu tak hanya memperlambat mobilitas warga. Akses yang buruk juga melipatgandakan waktu tempuh serta membengkakkan biaya angkut hasil pertanian.
Respons Kebijakan dan Sentuhan Nyata Pemerintah
Perubahan wajah infrastruktur ini terealisasi melalui program prioritas rehabilitasi jalan kabupaten di bawah kepemimpinan Bupati Indramayu, Lucky Hakim. Konstruksi jalan kini menggunakan sistem beton rigid untuk memastikan ketahanan jangka panjang terhadap beban kendaraan dan cuaca ekstrem.
Plt. Camat Kroya, Cahyandi, menegaskan bahwa penanganan infrastruktur di kawasan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mengikis ketimpangan antarwilayah di Indramayu.
”Kami sangat bersyukur wilayah Kroya mendapat perhatian prioritas. Akses ini menjadi kunci utama agar masyarakat tidak lagi merasa terisolasi,” ujar Cahyandi.
Dampak positif pembangunan ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Nanang Aris, salah seorang warga Blok Rancawas, mengaku lega karena aspirasi yang mengendap bertahun-tahun akhirnya direspons nyata oleh pemerintah daerah.
”Dulu jalannya rusak parah dan sangat menyulitkan. Sekarang alhamdulillah sudah mulus. Kami merasa benar-benar diperhatikan oleh Pak Bupati,” ungkapnya.
Pendorong Ekonomi dan Edukasi Pemeliharaan Swadaya
Hadirnya jalan beton mulus ini membawa angin segar bagi efisiensi transportasi lokal. Kecepatan distribusi hasil bumi meningkat, risiko kecelakaan menurun drastis, dan konektivitas antardesa kini jauh lebih lancar.
Baca Juga:Pemkot Cirebon Siapkan Betonisasi, Solusi Atasi Jalan Ciremai Raya yang Kerap RusakPemprov Jabar Siap Dukung Pemkab Cirebon Tuntaskan Masalah Jalan Rusak
Namun, daya tahan jalan beton tidak hanya bergantung pada kualitas konstruksi awal. Pembatasan tonase muatan kendaraan serta perawatan saluran air (drainase) di sisi jalan menjadi kunci vital agar konstruksi beton tidak cepat retak atau terkikis genangan.
