Industri Gantar: Lucky Hakim Dorong PT Free View Serap 20 Ribu Loker, Rem Laju Pekerja Migran Indramayu

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim berdialog dengan buruh perempuan di area produksi komponen sepatu PT Free View Internasional Gantar. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Paradoks Kabupaten Indramayu sebagai salah satu daerah pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar sekaligus lumbung padi nasional kini mulai menemui titik temu baru.

Pemerintah Kabupaten Indramayu secara agresif mulai menggenjot sektor manufaktur padat karya untuk menekan laju migrasi tenaga kerja ke luar negeri sekaligus mengentaskan masalah sosial di tingkat akar rumput.

​Langkah taktis tersebut ditegaskan kembali oleh Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat melakukan kunjungan kerja strategis ke pabrik manufaktur komponen sepatu ternama, PT Free View Internasional, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Gantar pada Selasa (2/6/2026).

Baca Juga:Indramayu Jadi Magnet Industri, Lucky Hakim "Obral" Kemudahan Izin di GantarAkhiri Ironi 'Anak Tiri', Bupati Indramayu Lucky Hakim Pecahkan Kesenjangan Layanan di Perbatasan Gantar

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial birokrasi, melainkan sinyal kuat kesiapan akselerasi kawasan industri Indramayu terpadu yang mematok target perluasan wilayah hingga 14 ribu hektare.

​Dalam peninjauan langsung tersebut, Bupati Lucky Hakim menggarisbawahi realitas sosial yang selama ini menyelimuti ribuan kepala keluarga di Indramayu.

Kultur masyarakat lokal yang dikenal tangguh dan pekerja keras kerap kali melahirkan pilihan dilematis untuk mencari nafkah hingga ke lintas negara.

​”Masyarakat Indramayu dikenal sebagai pekerja keras. Selama ini banyak warga kita yang harus bekerja hingga ke luar negeri sebagai pekerja migran. Namun di sisi lain, kita tidak bisa menutup mata bahwa kondisi tersebut sering kali membuat keutuhan keluarga harus terpisah dalam waktu yang sangat lama,” urai Lucky Hakim di sela-sela interaksinya dengan manajemen dan pekerja pabrik.

​Kehadiran klaster industri padat karya di wilayah seperti Kecamatan Gantar diposisikan sebagai resolusi jangka panjang.

Berdasarkan proyeksi serapan industri terbaru, PT Free View Internasional mengonfirmasi bahwa kebutuhan tenaga kerja lokal di kawasan tersebut diprediksi meroket hingga menyentuh angka 20 ribu orang pada tahun depan.

​Ledakan serapan tenaga kerja formal dalam skala masif ini diyakini akan menciptakan efek domino (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi mikro masyarakat Indramayu Barat.

Baca Juga:Diikuti Lucky Hakim, Gerakan Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo Sasar Jantung Industri Krupuk IndramayuGebrakan KDM, Ubah Anak Petani dan Buruh Jadi Manajer lewat Sekolah Industri Unggulan

Guna menjamin keadilan ekonomi, Pemkab Indramayu juga terus mendesak korporasi untuk konsisten memprioritaskan aspek kesejahteraan, perlindungan hak pekerja, serta standarisasi upah yang layak.

​Kendati mulai membuka karpet merah bagi penetrasi investasi global, Lucky Hakim menegaskan komitmen proteksi terhadap sektor agraris. Industrialisasi di Indramayu dipastikan tidak akan menganut sistem pemangkasan lahan pertanian produktif secara ugal-ugalan.

0 Komentar