CIREBONINSIDER.COM – Selama puluhan tahun, sekolah industri unggulan di Jawa Barat seolah menjadi “menara gading” yang hanya bisa diakses oleh kalangan ekonomi mapan.
Namun, tembok eksklusivitas tersebut kini mulai diruntuhkan oleh kebijakan baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi—yang akrab disapa KDM—menegaskan bahwa negara harus hadir sebagai jembatan bagi rakyat kecil.
Melalui skema pendidikan inklusif, Pemprov Jabar resmi membuka pintu bagi siswa dari keluarga tidak mampu untuk mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah bergengsi yang lulusannya langsung diserap pasar industri global.
Baca Juga:Ironi Ijazah Tinggi Tapi Nganggur, Tuti Andriani dan Dedi Mulyadi Rombak Strategi Vokasi Jabar 2026Pusat Obral Insentif, Dedi Mulyadi Tegaskan Kendaraan Listrik di Jabar Tetap Bayar Pajak: Kan Pakai Jalan!
Eskalator Ekonomi: Dari Siswa Menuju Kursi Manajer
Dalam Forum Industri Jawa Barat bertajuk “Industri dalam Kerangka Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” di Bale Gede Pakuan, Bandung, Kamis (23/4/2026), KDM memaparkan visi besar di balik program ini.
Ia menekankan bahwa anak-anak petani dan buruh tidak boleh lagi hanya terjebak menjadi tenaga kasar atau operator mesin.
“Semangatnya adalah melahirkan kelas menengah baru di Jawa Barat. Selama ini masyarakat ekonomi bawah jarang sekali bisa menyentuh sekolah unggulan. Kita ingin mereka didesain untuk menjadi manajer di masa depan,” ujar KDM dengan nada optimis.
Sebagai langkah awal, beasiswa telah diberikan kepada 100 siswa terpilih. Namun, KDM menginstruksikan agar kuota ini segera ditingkatkan hingga mencapai 800 penerima manfaat guna mempercepat akselerasi ekonomi daerah.
Dukungan APINDO: Jawaban Atas Krisis ‘Talent’ Industri
Inisiatif ini disambut antusias oleh para pelaku usaha. Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat menilai langkah ini sebagai solusi konkret atas sulitnya mencari tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi di pasar lokal.
Ketua DPP APINDO Jabar, Ning Wahyu Astutik, mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah kunci agar industri manufaktur Jawa Barat tetap tangguh menghadapi persaingan global.
“Beliau (KDM) fokus menciptakan talent berkualitas. Ini adalah dukungan nyata bagi pengusaha yang membutuhkan tenaga kerja ahli dengan kualifikasi akademik mumpuni, bukan sekadar tenaga administratif,” ungkap Ning Wahyu.
