Menuju Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Gerakan ‘Indramayu Jujur Berdata’ Jadi Penentu Nasib UMKM?

Sensus-Ekonomi-2026
Rapat Koordinasi BPS dan Diskominfo Indramayu persiapan Sensus Ekonomi 2026 dipimpin Suwenda. Foto: Humas Pemkab Indramayu

CIREBONINSIDER.COM – Menjelang satu dekade transformasi data nasional, Kabupaten Indramayu mulai memanaskan mesin birokrasi. Sinergi antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Pemerintah Kabupaten Indramayu kini difokuskan pada persiapan Sensus Ekonomi (SE) 2026, sebuah langkah besar yang akan menjadi kompas pembangunan daerah hingga sepuluh tahun ke depan.

Dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Indramayu, Suwenda, pada Kamis (23/4/26), ditegaskan bahwa akurasi data adalah harga mati untuk menghindari kebijakan yang salah sasaran.

​‘Indramayu Jujur Berdata’: Menembus Dinding Skeptisisme

​Sensus yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 ini bukan sekadar rutinitas administratif. Petugas akan menyisir seluruh lapisan usaha, mulai dari pedagang kaki lima hingga industri manufaktur besar di seluruh Bumi Wiralodra.

Baca Juga:Indramayu Masuki Era Baru! Bupati Lucky Hakim Resmi Luncurkan Sensus Ekonomi 2026 dan Wong REANG Apps ​BPS Ungkap Sektor Penyumbang Inflasi  Paling Tinggi di Cirebon pada Juni 2025

Melalui kampanye “Indramayu Jujur Berdata”, pemerintah ingin meruntuhkan keresahan pelaku usaha terkait kerahasiaan data.

Suwenda menekankan bahwa transparansi responden adalah modal utama pemerintah untuk merancang program bantuan dan infrastruktur yang lebih tepat guna.

​“Kami mendukung penuh suksesnya Sensus Ekonomi 2026. Data ini akan memotret wajah asli ekonomi kita. Jika jawabannya jujur, maka kebijakan yang lahir pun akan efektif dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegas Suwenda.

​Desa Cantik: Senjata Literasi dari Akar Rumput

​Salah satu strategi unik yang diperkuat tahun ini adalah program Desa Cantik (Cinta Statistik). Kecamatan Sindang terpilih sebagai zona percontohan dengan melibatkan tiga desa strategis: ​Desa Dermayu, Desa Terusan, dan ​Desa Panyindangan Kulon.

Kolaborasi lintas sektoral antara BPS, Diskominfo, DPMD, dan Bappeda ini bertujuan untuk mencetak kader desa yang melek statistik.

Harapannya, desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi mampu mengelola data mereka sendiri secara mandiri dan akurat.

Meningkatkan Martabat Statistik Daerah

Di sisi lain, Pemkab Indramayu juga tengah serius mengawal Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026 yang kini bergulir di Dinas Pendidikan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).

Baca Juga:Respons PP 17/2025, Diskominfo Indramayu Bentuk Saka Kominfo untuk Lindungi Anak di Ruang DigitalPerkuat Sinergi di Bulan Suci, DWP Diskominfo Indramayu Rombak Struktur dan Fokus 5 Pilar Strategis

Targetnya jelas: meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kabupaten Indramayu ke level yang lebih kompetitif di tingkat nasional.

0 Komentar