Imbas Perang Timur Tengah, Harga Pertamax Resmi Meroket Jadi Rp16.250 Mulai Hari Ini!

Harga-BBM-Hari-Ini
Suasana pengisian BBM Pertamax di SPBU Pertamina Jakarta pasca kenaikan harga per 10 Juni 2026 akibat efek domino konflik Israel-Iran. Foto: Ilustrasi/AI

CIREBONISIDER.COM— Gejolak geopolitik di Timur Tengah akhirnya memukul sektor energi domestik secara signifikan. Per Rabu dini hari, 10 Juni 2026, PT Pertamina (Persero) melalui subholding Commercial & Trading PT Pertamina Patra Niaga resmi mengumumkan lonjakan harga yang cukup tajam untuk dua varian Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi andalannya, yakni Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95.

​Langkah mendadak di pertengahan bulan ini menjadi koreksi kedua sepanjang Juni 2026. Keputusan tersebut tidak lepas dari tekanan global pasca-pecahnya perang antara Israel dan Iran yang terus membara sejak akhir Februari lalu.

​Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengungkapkan bahwa penyesuaian harga ini merupakan hasil dari evaluasi berkala yang sangat ketat.

Baca Juga:Bahlil Garansi Harga BBM-LPG Tak Naik, Teknologi CNG Siap Masuk Dapur Warga CirebonBahlil Klaim RI Tak Lagi Impor Solar Per Juli 2026, Akankah Harga BBM Turun?

​”Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan bersama pemerintah sebagai regulator. Ini adalah langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan memastikan distribusi BBM berkualitas di seluruh penjuru negeri tetap berjalan optimal,” tegas Roberth dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

​Mengapa Pertamax Baru Naik Sekarang?

​Jika menilik lini masa pasar energi, lonjakan harga minyak mentah dunia sebenarnya sudah memicu kenaikan komoditas BBM nonsubsidi lain sejak 18 April silam. Namun, Pertamina memilih menahan harga Pertamax RON 92 sedapat mungkin guna menjaga daya beli masyarakat kelas menengah.

​Namun, per 10 Juni 2026, titik jenuh pasar global memaksa harga Pertamax di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya meroket dari semula Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter—alias mengalami kenaikan sebesar Rp3.950 per liter.

​Sementara itu, varian ramah lingkungan Pertamax Green 95 juga terkerek naik sebesar Rp4.100, dari harga Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Bagi konsumen yang kerap memanfaatkan jaringan Pertashop, Pertamina memberikan sedikit selisih harga, di mana Pertamax dibanderol sedikit lebih miring, yakni Rp16.150 per liter.

​Penting dicatat oleh pengendara, besaran harga baru ini bervariasi di tiap daerah karena faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, harga Pertamax bahkan menembus angka tertinggi di level Rp17.000 per liter.

0 Komentar