Industri Gantar: Lucky Hakim Dorong PT Free View Serap 20 Ribu Loker, Rem Laju Pekerja Migran Indramayu

Bupati-Indramayu-Lucky-Hakim
Bupati Indramayu Lucky Hakim berdialog dengan buruh perempuan di area produksi komponen sepatu PT Free View Internasional Gantar. Foto: Humas Pemkab Indramayu

Status Indramayu sebagai salah satu tulang punggung ketahanan pangan nasional dinilai tetap menjadi harga mati yang wajib dipertahankan secara simultan. ​Konsep pembangunan ekonomi yang diusung kini bertumpu pada formula sinergi Pentahelix.

Pola integrasi yang melibatkan peran dinamis pemerintah, investor, kaum akademisi, media massa, serta elemen masyarakat lokal ini diterapkan demi meminimalisasi potensi konflik agraria serta memastikan hasil industrialisasi dapat terdistribusi secara inklusif ke seluruh lapisan masyarakat.

​Realitas transisi dari kultur agraris tradisional menuju ritme industri manufaktur modern saat ini terpantau berjalan cukup ketat di lapangan.

Baca Juga:Indramayu Jadi Magnet Industri, Lucky Hakim "Obral" Kemudahan Izin di GantarAkhiri Ironi 'Anak Tiri', Bupati Indramayu Lucky Hakim Pecahkan Kesenjangan Layanan di Perbatasan Gantar

Pengawas Produksi PT Free View Internasional, Elis Fatimah, menjelaskan bahwa seluruh SDM lokal yang direkrut wajib melewati masa penyaringan dan pematangan kompetensi secara formal.

Saat ini, tercatat ada 107 tenaga kerja aktif yang tengah beroperasi penuh di dalam ekosistem pabrik tersebut.

​“Karyawan baru di tempat kami wajib menjalani masa pelatihan (training) intensif selama tiga bulan penuh sebelum nantinya dievaluasi untuk diangkat sebagai karyawan tetap. Dalam fase ini, mereka digembleng untuk menguasai tiga tahapan utama teknik penjahitan komponen sepatu presisi tinggi. Faktor kedisiplinan dan capaian standar kinerja menjadi parameter mutlak,” tegas Elis.

​Dampak nyata dari pemerataan investasi ini mulai membuahkan testimoni positif dari warga lokal.

Euis, seorang buruh perempuan asal Desa Sanca, Kecamatan Gantar, yang baru bergabung sejak Mei 2026, mengaku merasakan transformasi signifikan dalam pola hidup dan stabilitas finansial keluarganya.

​Bagi perempuan seperti Euis, keberadaan pabrik formal yang dekat dengan tempat tinggal memberikan alternatif mata pencaharian yang jauh lebih aman, logis, dan bermartabat tanpa perlu menempuh risiko spekulatif bermigrasi ke luar daerah ataupun ke luar negeri.

​”Sangat bersyukur bisa diterima bekerja di sini. Selain jaraknya dekat sehingga tidak perlu meninggalkan rumah, saya bisa mendapatkan penghasilan tetap, memperdalam keterampilan manufaktur baru, sekaligus belajar membangun kedisiplinan kerja yang profesional,” tutur Euis dengan penuh optimisme.

Baca Juga:Diikuti Lucky Hakim, Gerakan Koperasi Merah Putih Presiden Prabowo Sasar Jantung Industri Krupuk IndramayuGebrakan KDM, Ubah Anak Petani dan Buruh Jadi Manajer lewat Sekolah Industri Unggulan

​Melalui penetrasi investasi padat karya yang terukur ini, tantangan terbesar bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu ke depan adalah mempercepat program peningkatan keahlian (upskilling) massal bagi angkatan kerja lokal.

0 Komentar