Guru Jadi Benteng Mutu: Badan Gizi Nasional Luncurkan Radar Digital Penangkis Makanan Basi

Guru-Memeriksa-kelayakan-MBG
Petugas sekolah dan guru sedang memeriksa kelayakan kemasan dan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan aplikasi ponsel pintar. Foto: Ilustrasi/AI

CIREBONINSIDER.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah taktis guna menggaransi keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari besarnya risiko distribusi katering massal di lapangan, BGN resmi mengintegrasikan teknologi digital lewat aplikasi Reviu Menu MBG (Organoleptik).

​Sistem ini memosisikan guru sekolah dan kepala posyandu sebagai pengawas mutu independen di garda terdepan.

Langkah preventif ini sengaja diambil untuk menciptakan ekosistem transparansi, sekaligus menjadi radar digital yang mendeteksi kelayakan logistik makanan sebelum dikonsumsi oleh anak-anak penerima manfaat.

Baca Juga:Sinyal Kuat BGN: MBG Bisa Gerakkan Ekonomi Ciayumajakuning, Syaratnya Kampus Harus Turun TanganFilter Ketat di 43 Dapur Gizi Cirebon, Jamin Program MBG Bebas dari "Bom Waktu" Kimia

​Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa digitalisasi pengawasan ini merupakan instrumen wajib demi mendongkrak kedisiplinan para mitra penyedia pangan serta seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG).

​“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian, Kepala SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” ujar Sony Sonjaya secara tertulis di Jakarta.

​’Sensor’ Instan di Tangan Guru dan Kepala Posyandu

​Mekanisme kontrol dalam aplikasi ini mengandalkan penilaian real-time dari Person in Charge (PIC) kelompok sasaran—yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah serta Kepala Posyandu (Kaposyandu). Begitu armada pengantar makanan tiba, para PIC wajib melakukan uji sensorik kilat sebelum membagikan paket hidangan.

​Terdapat empat indikator krusial yang dipantau secara ketat di dalam sistem:

Pertama, ​Ketepatan Waktu: Mengukur kedisiplinan armada kurir di perjalanan.

Kedua, ​Aroma Makanan: Deteksi dini aroma asam atau tanda-tanda makanan mulai basi.

Ketiga, ​Tampilan Fisik: Memastikan higienitas kemasan dan variasi menu harian.

Keempat, ​Uji Rasa: Memastikan kelayakan bumbu serta tingkat kematangan masakan.

​Evaluasi Dashboard Mei 2026: Menguak Fakta Riil Lapangan

​Implementasi aplikasi ini terbukti memberikan transparansi data yang cepat dan terukur. Berdasarkan data mutakhir dari Dashboard Reviu Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, sistem telah menjaring total 1.707 laporan dari berbagai titik uji coba di wilayah Indonesia.

​Dari total laporan yang masuk, mayoritas mutlak berada di zona hijau. Sebanyak 99,88 persen atau 1.705 laporan menyatakan bahwa makanan dalam kondisi sangat layak konsumsi.

0 Komentar