– Menit 42: Keasyikan menyerang hampir membuat Persib petaka. Striker Persijap, Rendi, berhasil lolos dari jebakan offside dan menusuk pertahanan Persib hingga berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang.
Beruntung, refleks kilat kiper Persib mampu mementahkan peluang emas tersebut. Skor 0-0 bertahan hingga jeda.
Babak Kedua: Gelombang Ofensif Tanpa Henti
Memasuki paruh kedua, Bojan Hodak menyegarkan lini belakang dengan memasukkan Luco untuk menggantikan Kakang Rudianto.
Baca Juga:Babak I Sengit di GBLA: Ardiansyah Tampil ‘Kesurupan’, Tahan Ambisi Sejarah Persib BandungBojan Hodak Ngamuk soal Konvoi: Persib Belum Juara, Persijap Punya Senjata Perusak Hattrick!
Di kubu tim tamu, Persijap harus menerima pukulan telak setelah gelandang jangkar mereka, Wahyudi Hamisi, terpaksa ditarik keluar pada menit ke-53 akibat cedera serius.
– Menit 57: Berawal dari umpan matang Thom Haye yang gagal diantisipasi dengan sempurna oleh lini belakang lawan, Andrew Jung menyambar bola dengan tendangan first-time, namun bola masih mampu ditepis.
– Menit 65: Persib benar-benar mengurung setengah lapangan permainan. Rangkaian serangan bergelombang diluncurkan, tetapi disiplinnya organisasi pertahanan Persijap membuat papan skor tidak berubah.
Demi menambah daya dobrak, strategi penyegaran kembali dilakukan Hodak pada menit ke-67 dengan memasukkan duo legiun asing, Ramon dan William Barros, menggantikan Beckham Putra dan Andrew Jung.
Kendati kurungan terus dilakukan hingga masa injury time, kokohnya pertahanan berlapis Persijap memaksa laga berakhir imbang tanpa gol.
Dominasi Baru Sepak Bola Tanah Air
Begitu peluit panjang berbunyi, seluruh isi GBLA langsung bergemuruh merayakan keberhasilan yang sangat emosional ini. Skor kacamata ini sudah sangat cukup untuk mengesahkan dominasi total Persib Bandung di kancah domestik.
Keberhasilan meraih tiga gelar beruntun (hattrick) ini memberikan pelajaran penting bagi tata kelola klub sepak bola di Indonesia:
Baca Juga:Sihir Thom Haye dan Drama Menit Akhir, Persib Bungkam PSM Makassar 2-1 di ParepareUjian Mental Juara Persib di Parepare: Badai Absensi, Duka Hodak, dan Misi Kunci Mahkota Super League
– Kematangan Kedalaman Skuad: Absennya figur sentral seperti Marc Klok di laga final membuktikan bahwa kedalaman kualitas pemain dan kesiapan taktik cadangan adalah kunci utama memenangkan liga yang panjang.
– Stabilitas Proyek Olahraga: Kepercayaan jangka panjang manajemen kepada Bojan Hodak membuahkan kestabilas performa tim yang sulit ditandingi oleh klub-klub rival yang gemar merombak tim secara instan.
Selamat kepada Persib Bandung, penguasa abadi dan pencetak sejarah baru di kompetisi sepak bola Indonesia!(*)
