Kemenkeu di Tangan Purbaya: Stabilitas Fiskal dan Optimasi Belanja

Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakinkan publik bahwa proses penyusunan anggaran akan tetap berjalan mulus. Foto: Istimewa

CIREBONINSIDER.COM – Pergantian pimpinan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak akan mengganggu proses krusial penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) baru, Purbaya Yudhi Sadewa, usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 8 September 2025.

​Purbaya, yang menggantikan Sri Mulyani Indrawati meyakinkan publik bahwa proses penyusunan anggaran akan tetap berjalan mulus. Ia menekankan bahwa posisi Menkeu adalah jabatan politik yang bekerja dalam sebuah sistem.

Baca Juga:Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Lima Menteri Baru Dilantik Termasuk Menteri Haji dan UmrahSri Mulyani Muncul di Rapat Kabinet, Airlangga Sebut Kabar Pengunduran Diri Itu Tidak Benar

Ini berarti tanggung jawab besar tersebut tidak diemban sendirian, melainkan didukung oleh Wakil Menteri Keuangan dan staf Kemenkeu lainnya.

“Saya pikir prosesnya tidak akan terlalu banyak berubah,” ujar Purbaya, dikutip dari Antara.

​Keyakinan ini didasari oleh rekam jejaknya yang panjang di bidang fiskal. Sebelum memegang Kemenkeu, Purbaya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020.

Pengalamannya juga mencakup peran strategis di berbagai kementerian, termasuk Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Staf Khusus Bidang Ekonomi.

​Purbaya juga mengungkapkan bahwa ia pernah berada di sisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat krisis COVID-19. Membantu memformulasikan kebijakan fiskal yang tepat. Tidak hanya dari sisi anggaran, tetapi juga cara mengelola keuangan negara.

“Jadi kalau dibilang saya tidak punya pengalaman (fiskal), salah besar,” tegasnya.

​Prioritas: Optimalkan Sistem dan Percepat Belanja Pemerintah

​Menkeu Purbaya berjanji tidak akan merombak total kebijakan fiskal yang telah dijalankan Sri Mulyani. Ia memilih pendekatan yang berbeda dari “kebiasaan” pemimpin baru yang cenderung ingin membuat tonggak baru dengan membongkar sistem yang sudah ada.

Baca Juga:Ketika Amarah Publik Berujung Penjarahan: Rumah Sahroni hingga Sri MulyaniVideo Pernyataan Sri Mulyani Sebut Guru Beban Negara adalah Hoaks, Begini Penjelasannya

​”Saya tidak akan seperti itu pendekatannya,” katanya. “Kami akan optimalkan sistem yang ada dan mempercepat mesin yang sudah berjalan.”

​Salah satu fokus utamanya adalah membuat fiskal memiliki daya dorong yang optimal bagi perekonomian. Ia mengamati bahwa belanja pemerintah dalam dua triwulan terakhir terbilang lambat, yang dinilainya memberikan dampak negatif pada perekonomian.

​Oleh karena itu, Purbaya akan berupaya menjaga kesehatan fiskal sambil mengoptimalkan belanja.

0 Komentar