Keramik Rumah dan Status Wiraswasta Buat Bansos Hangus, Kelemahan Sistem Desil Dibongkar DPR

Komisi-VIII-DPR-RI-Nanang-Samodra
Anggota Komisi VIII DPR RI Nanang Samodra saat menyampaikan evaluasi pendataan desil bansos di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Kota Bekasi. Foto Doc DPR RI

​Pertama, pemerintah perlu memisahkan kategori bantuan secara tegas. Bantuan temporer diperuntukkan bagi warga usia produktif dengan target kemandirian ekonomi. Adapun bantuan berkelanjutan wajib diberikan tanpa batas waktu (non-graduasi) untuk lansia tunggal, penyandang disabilitas berat, dan anak yatim hingga selesai sekolah.

​Kedua, indikator desil harus dibenahi. Variabel pendataan wajib memasukkan beban finansial khusus, seperti biaya terapi disabilitas atau pengobatan kronis keluarga.

​Ketiga, mekanisme sanggah dan transparansi data harus dibuka secara luas. Warga harus mendapatkan akses informasi yang jelas serta prosedur keberatan yang responsif ketika status desil mereka mendadak berubah.

Baca Juga:Sah! Cirebon Resmikan Raperda Data Presisi, Sapu Bersih Data Bansos Tumpang TindihBansos Salah Sasaran Berakhir? Skema Baru Perlinsos Digital Diuji Coba Masif

​Reformasi tata kelola data bansos harus berpijak pada fakta sosial di lapangan, bukan sekadar hitung-hitungan algoritma di atas kertas.(*)

0 Komentar