Kementerian Keuangan dipaksa memeras otak untuk menyediakan ruang anggaran masif. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menargetkan hingga 27 ribu dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga rencana pembentukan 24 ribu kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Ketika hitungan matematis APBN mulai goyah dan tidak menemu titik temu, tumpuan kesalahan tidak dijatuhkan pada desain program utama, melainkan pada sang pengelola anggaran.
”Purbaya kalah bukan karena salah kebijakan, tapi karena kalah akses. Ketika angkanya tidak ketemu, siapa yang disalahkan? Bukan desain programnya, tapi Menteri Keuangannya,” pungkas Guntur Romli.
Baca Juga:Alarm Bahaya Kelas Menengah dan Ujian Berat Suahasil Nazara Usai Era PurbayaIsyarat Reshuffle Menkeu, Hitungan 50:50 Purbaya Yudhi Sadewa dan Babak Baru Suahasil Nazara
Pencopotan Purbaya pun menjadi cermin bening bagi dinamika politik hari ini: ketika kalkulasi anggaran berbenturan dengan ambisi politik, etika birokrasi kerap menjadi korban pertama.(*)
