Bantalan Dana Cadangan Rp2.452 Triliun
Guna menjaga fleksibilitas dan meredam kekeringan likuiditas mendadak, industri perbankan mengamankan aset cadangan bernilai jumbo. Total kepemilikan Surat-Surat Berharga per Juli 2026 telah menembus Rp2.452 triliun.
– Surat Berharga Negara (SBN): Menguasai porsi terbesar mencapai 49,96 persen dari total instrumen.
– Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI): Menyumbang 24,67 persen sebagai alat operasi moneter.
Baca Juga:Limbah Sawit RI Tembus Rp450 Miliar di Pasar Dunia, Mengapa Likuiditas Perbankan Malah Ketat?Rem Likuiditas Berbuah Rekor Laba, Siasat BRI Tembus Rp31,2 Triliun
– Instrumen Non-SBN/SRBI: Mengisi sisa porsi sebesar 25,37 persen dalam bentuk aset produktif lainnya.
Portofolio surat berharga ini berfungsi sebagai penyangga sekunder yang krusial. Saat penyerapan DPK melambat, perbankan dapat memanfaatkan fleksibilitas aset SSB ini untuk menjaga aliran kredit tetap lancar tanpa memicu krisis likuiditas.(*)
