CIREBONINSIDER.COM – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang resmi berakhir, namun kerja keras baru saja dimulai. Pasca-penetapan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum, peta kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 kini ditentukan oleh tim formatur.
Publik menanti arah baru organisasi keagamaan terbesar ini. Waktu 30 hari yang diberikan kepada tim formatur bukan sekadar formalitas penyusunan nama, melainkan pertaruhan untuk membuktikan bahwa PBNU siap menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan arah khittah.
Diplomasi Nusantara di Meja Formatur
Tim formatur bekerja di bawah kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai ketua dan Gus Kikin sebagai sekretaris. Komposisinya dirancang khusus merepresentasikan keterwakilan wilayah dari Sabang sampai Merauke, ditambah unsur tuan rumah Jawa Timur.
Baca Juga:Duet Jombang Pimpin Abad Kedua NU: Kiai Miftachul Akhyar Rais Aam, Gus Kikin Ketum PBNU 2026–2031Muktamar Ke-35 NU: Cicit Mbah Hasyim Sah Jadi Ketua Umum PBNU 2026–2031
Dari Wilayah Barat, hadir KH Abdul Ghaffar Rozin yang mewakili Jawa Tengah serta Prof Ganefri dari Sumatra.
Menyeberang ke Wilayah Tengah, keterwakilan dipercayakan kepada Prof Mansur Ma’shum dari Nusa Tenggara Barat dan KH Muhammad Wildan Salman dari Kalimantan Selatan.
Sementara dari Wilayah Timur, ada H Abdul Qahar Yelipele dari Papua Pegunungan dan H Amar Manaf dari Maluku.
Lengkap sudah keterwakilan nusantara ini dengan hadirnya KH Abdul Matin Djawahir dari Tuban sebagai perwakilan tuan rumah Jawa Timur.
Tiga Ujian Utama Kabinet Baru
Susunan pengurus yang bakal diracik tim formatur ini mengemban beban berat. PBNU lima tahun ke depan dihadapkan pada tiga tantangan strategis:
Pertama, Rekonsiliasi Internal: Merangkul kembali seluruh elemen pasca-muktamar untuk menjaga keutuhan struktur dari pusat hingga ke akar rumput.
Kedua, Profesionalisme Pengurus: Menempatkan figur teknokratis yang menguasai tata kelola organisasi modern, media digital, dan penguatan ekonomi berbasis pesantren.
Baca Juga:Bedah Aturan Baru Muktamar NU, Alur Ketat 5 Tahap Penetapan Ketum PBNU di Bilik AHWAMuktamar Ke-35 NU Akhiri Sistem Voting Langsung, AHWA Tentukan Ketum PBNU
Ketiga, Independensi Organisasi: Menjaga jarak yang aman dari tarik-menarik kepentingan politik, memastikan NU tetap berfokus penuh pada pelayanan umat.
Langkah tim formatur dalam satu bulan ke depan akan menjadi cermin, apakah kepengurusan PBNU 2026–2031 benar-benar siap membawa perubahan nyata bagi warga nahdliyin dan bangsa.(*)
